Macam Senam Lantai dengan Alat dan Tanpa Alat

Diposting pada

Senam Lantai Menggunakan Alat dan Tidak Menggunakan Alat

Senam adalah pelaksanaan latihan fisik yang tersusun secara sistematis. Sehingga senam ini seringkali dengan menggunakan alat berupa ring, palang, dan peralatan lainnya, baik sebagai arti olahraga kompetitif atau untuk meningkatkan latihan kekuatan, kelincahan, koordinasi, dan kondisi fisik. Akan tetapi senam juga bisa dilakukan tanpa menggunakan alat, yang biasanya disebut dengan senam lantai. Ketika dilakukan dengan alat maka itu untuk tujuan tertentu.

Disisi lainnya, senam lantai bisa diketegorikan sebagai senam ritmik, tetapi perbedannya hanya mempertimbangkan pesenam termuda, hingga 10 tahun, yang melakukan rutinitas mereka dengan tangan bebas, yang berarti tanpa peralatan apa pun.

Senam Lantai

Istilah senam pada kata yang berasal dari kata Yunani yang menace pada semua latihan yang dipraktikkan di gimnasium, tempat di mana atlet pria memang berolahraga tanpa busana. Banyak dari latihan ini kemudian dimasukkan ke dalam Olimpiade, sampai ditinggalkannya Olimpiade pada tahun 393 M. Beberapa dari kompetisi yang dikelompokkan berdasarkan definisi kuno, senam  kemudian menjadi olahraga terpisah seperti atletik (atletik), gulat, dan tinju.

Oleh karena itulah senam lantai merupakan kegiatan olahraga yang gerakan dan bentuk latihannya dilakukan di lantai, biasanya menggunakan matras. Senam lantai disebut juga latihan bebas sebab tidak menggunakan benda-benda atau perkakas untuk latihan, misalnya balok, tongkat dan lain-lain. Jika senam lantai dilakukan dengan menggunakan alat, itu hanya bertujuan untuk menambah ketangkasan, kelemasan, kekuatan dan keseimbangan.

Senam Lantai Yang Menggunakan Alat dan Tidak Menggunakan Alat

Senam sebagai salah satu jenis olahraga modern paling inklusif di dunia, sehingga pria atau wanita, tua atau muda, bertubuh sehat atau cacat dapat mengambil bagian karena senam mempromosikan gaya hidup fisik yang aktif dan mengembangkan keterampilan motorik utama pada hekaktnya dapat dilakukan dengan mempergunakan alat ataupun tanpa alat.

Adapun untuk bentuk senam yang mempergunakan alat dan tidak tersebut dijelaskan sebagai berikut;

  1. Jenis Senam Lantai dengan Alat

Diantaranya yaitu;

  1. Lompat kangkang di atas peti lompat

Lompat kangkang di atas peti lompat
Lompat kangkang

Lompat kangkang adalah salah satu bentuk senam lantai, dimana gerakan ini biasa dilakukan di atas lantai dengan luas 12 meter (40 kaki) persegi. Area ini ditutupi oleh beberapa jenis kain atau keset, biasanya dengan bantalan. Tidak ada peralatan lain yang digunakan.

Cara Melakukan lompat kangkang di atas peti lompat

Yakni;

  1. Berlari beberapa langkah. Pada langkah terakhir, kaki melakukan tolakan sehingga badan melenting ke depan.
  2. Kedua tangan bertumpuan pada peti lompat.
  3. Kedua kaki mengangkang ke samping supaya bisa melewati peti lompat.
  4. Saat kaki di atas peti lompat, tangan ditolakkan sehingga tubuh akan melenting ke depan dan mendarat dengan kaki rapat.
  1. Lompat jongkok di atas peti lompat

Lompat jongkok di atas peti lompat
Lompat jongkok

Lompat jongkok adalah salah satu jenis senam yang dibutuhkan adalah rangkaian gerakan yang memadukan unsur kelenturan, kekuatan, lompatan, penahanan pose, dan keseimbangan, serta manuver lainnya. Keseluruhan rutinitas harus dilakukan dengan ritme dan harmoni, dan pesenam harus bergerak ke arah yang berbeda, menggunakan sebagian besar area yang dialokasikan.

Cara Melakukan lompat jongkok di atas peti lompat

Yaitu;

  • Berlari beberapa langkah. Pada langkah terakhir, kaki melakukan tolakan sehingga badan melenting ke depan.
    1. Ketika lompatan tertinggi kaki ditekuk dengan sikap jongkok.
    2. Kedua kaki melakukan pendaratan di atas peti lompat, lalu melompat turun.
    3. Keseimbangan badan dijaga agar tidak terjatuh.
  1. Jenis Senam Lantai Yang Tidak Menggunakan Alat

Adapun untuk bentuk latihan senam lantai yang dilakukan tanpa menggunakan alat, diantaranya yaitu:

  1. Guling depan (forward roll)

guling depan tanpa alat
guling depan

Guling depan sebagai salah satu tujuan senam lantai senantiasa dibutuhkan kekuatan fisik, kelenturan, kelincahan, koordinasi dan keseimbangan merupakan komponen inti olahraga akan tetapi keikutsertaan dalam aktivitas senam juga mengembangkan kepercayaan diri, kreativitas dan kepemimpinan, belum lagi kesehatan tubuh dan pikiran.

Cara Melakukan Guling Depan

Yaitu;

  1. Mulai sikap awal dengan berjongkok, kedua lengan diluruskan ke depan, kemudian kedua telapak tangan diletakkan di atas matras selebar bahu dan dagu disentuhkan ke dada.
  2. Kedua tungkai diluruskan, upayakan agar berat badan ada pada kedua tangan.
  3. Letakkan pundak di atas matras. Kemdian itu, tolakkan kedua tungkai hingga badan tubuh mengguling. Sebelum melakukan pendaratan dengan kedua kaki, lutut dipegang dengan kedua tangan.
  4. Sikap akhir yaitu berjongkok seperti sikap semula.

Beberapa kesalahan yang mungkin kita lakukan ketika melakukan guling depan, diantaranya yaitu:

  1. Kedua tangan yang bertumpu tidak tepat
  2. Bahu tidak diletakkan di atas matras saat tangan dibengkokkan
  3. Ketika gerakan berguling ke depan kedua tangan tidak ikut menolak
  1. Guling belakang (back roll)

Guling belakang tanpa alat
Guling belakang

Cara melakukannya yaitu sebagai berikut:

  1. Mulai sikap awal dalam posisi jongkok, kedua tangan di depan dan kaki sedikit rapat.
  2. Tundukkan kepala kemudian kaki menolak ke belakang.
  3. Ketika panggul mengenai matras, segera lipat kedua tangan ke samping telinga dan telapak tangan dihadapkan ke bagian atas untuk bersiap menolak.
  4. Kaki segera diayunkan ke belakang melewati kepala, dengan bantuan dari kedua tangan yang menolak kuat dan kedua kaki yang dilipat hingga ujung kaki bisa mendarat di atas matras, ke sikap jongkok.
  1. Gerakan meroda (radslag)

Cara melakukannya yaitu sebagai berikut:

  1. Mulai sikap awal dengan berdiri dan kedua tangan direntangkan selebar bahu.
  2. Telapak tangan kiri diletakkan pada matras, lalu diikuti dengan kaki kanan yang terangkat lurus ke atas.
  3. Ketika tangan kanan diletakkan pada matras, kaki kiri terangkat lurus hingga badan berdiri dengan tangan.
  4. Turunkan dengan cepat kaki kanan pada matras, disusul terangkatnya tangan kiri dari matras dan kaki kiri mendarat di matras.
  1. Kopstand atau Berdiri dengan Kepala

Cara melakukannya yaitu sebagai berikut:

  1. Ambil posisi di mana kedua tangan sekaligus kepala membentuk segitiga sama sisi yang tentunya bisa dilakukan di atas matras.
  2. Angkat kaki ke atas sambil juga mendorong pinggang untuk bisa mengangkat kaki dengan sempurna.
  3. Luruskan tubuh sambil menjaganya tetap seimbang.
  4. Lalu lanjutkanlah dengan menurunkan kaki ke depan secara perlaha untuk mendarat bergantian.
  5. Bungkukkan tubuh dan berdirilah kembali.
  1. Neck Spring atau Gerakan Guling Lenting

Cara melakukannya yaitu sebagai berikut:

  1. Sikap awal yaitu tidur telentang di atas matras, lalu kedua kaki diluruskan dan dirapatkan, dengan posisi kedua tangan berada di samping tubuh.
  2. Berguling ke belakang dengan posisi kedua tungkai masih tetap berada dalam kondisi lurus agar kaki dapat berada di dekat kepala.
  3. Bagian siku dan telapak tangan dibengkokan agar dapat menopang di matras.
  4. Berguling ke depan dan pada waktu yang sama tungkai dapat ditolakkan ke atas depan, dengan posisi kedua tangan juga ditolakkan agar tubuh dapat melayang seperti busur.
  5. Pendaratan dapat dilakukan dengan cara kedua kaki dirapatkan, pinggul didorong ke depan, lalu dilanjutkan dengan gerakan tubuh ikut arah rotasi gerakan.
  1. Handstand atau Berdiri dengan Tangan

Cara melakukannya yaitu sebagai berikut:

  1. Ambil posisi berdiri di depan matras terlebih dulu sambil meletakkan kedua tangan di matras.
  2. Sikap tubuh yaitu berjongkok dan tubuh didorong oleh salah satu kaki ke atas.
  3. Tumpuan berat badan terletak pada kedua tangan.
  4. Lanjutkan dengan menurunkan kedua kaki perlahan-lahan dan bergantian.
  1. Summer Vault atau Salto ke Depan

Cara melakukannya yaitu sebagai berikut:

  1. Awalan dilakukan dengan cara berlari beberapa langkah.
  2. Kedua kaki ditolakkan ke atas dengan sekuat tenaga dan pada waktu yang sama ayunkan kedua tangan ke atas dengan kuat.
  3. Setelah berada pada titik paling tinggi, tangan digerakkan dengan memeluk lutut dan menundukkan kepala.
  4. Ketika akan mendarat, kaki dilepasakan dan lutut diluruskan sesaat setelah mendarat dalam posisi berdiri.
  1. Back Summer Vault atau Back Flip atau Salto ke Belakang

Cara melakukannya yaitu sebagai berikut:

  1. Ambil dilakukan dengan cara mengambil posisi setengah jongkok, dengan menekuk lutut sedikit dan pastikan bahwa tubuh dalam kondisi stabil dan seimbang.
  2. Tangan digantungkan di sisi tubuh dengan santai atau rileks.
  3. Tangan diayunkan ke belakang dan ke depan lurus di atas dengan kepala pada saat yang bersamaan, kemudian kita baru bisa melakukan lompatan.
Kesimpulan

Senam lantai adalah gerakan olahraga yang bisa mempergunakan peralatan ataupun tidak, akan tetapi rutinitas ini akan senantiasa melibatkan serangkaian gerakan jatuh, lompatan akrobatik, dan pertunjukan balet. yang baisanya untuk seorang pria kegiatan senam ini bisa dilakukan antara 50 sampai 70 detik

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan jenis senam lantai yang dapat dilakukan dengan mempergunakan alat dan tidak menggunakan peralatan. Semoga saja memberi edukasi bagi kalian yang membutuhkan.

Gambar Gravatar
Salah seorang yang menyukai olaharaga dan menulis terkait dengan bidang olahraga. Semoga tulisan saya di dosenpenjas.com ini membantu kalian semuanya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *