Pengertian Lompat Jongkok, Sejarah, Tujuan, Teknik, dan Aturan Permainannya

Diposting pada

Lompat Jongkok Adalah

Lompat jongkok merupakan gerakan lompat yang dilakukan dengan cara berjongkok. Pengertian olahraga yang satu ini juga termasuk dalam kategori senam lantai. Untuk melakukan lompat jongkok, pesenam berlari menuruni landasan (lari), yang biasanya empuk atau berkarpet. Media yang digunakan untuk melompat yaitu peti lompat. Secara historis, olahraga lompat pada mulanya merupakan latihan senam dimana seorang atlet melompati benda dengan bentuk tertentu yang dimaksudkan untuk meniru kuda.

Terdapat beberapa teknik yang harus kita perhatikan agar bisa melakukan lompat jongkok dengan cara yang tepat, diantaranya taitu teknik awalan, tolakan, melayang, dan pendaratan. Melakukan lompat jongkok secara rutin dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, seperti meningkatkan kelneturan tubuh dan memguatkan tulang dan otot.

Lompat Jongkok

Lompat jongkok (squat vault) merupakan salah satu jenis senam lantai yang dilakukan dengan gerakan melompat melewati rintangan, yang dalam hal ini berupa peti lompat.

Pada dasarnya, gerakan lompat jongkok hampir sama dengan lompat kangkang tapi dalam melakukan lompat jongkok kedua kaki rapat. Jika kita sudah menguasai gerakan lompat kangkang, maka mudah untuk melakukan lompat jongkok.

Pengertian Lompat Jongkok

Lompat jongkok atau (squat vault)  ialah jenis lompatan yang dilakukan dengan menggunakan peti lompat atau alat senam lantai dengan posisi badan jongkok ketika melewati peti lompat tersebut. Adapun dua macam latihan lompat jongkok, yaitu lompat jongkok dengan menggunakan tumpuan pada pangkal kuda-kuda lompat dan lompat jongkok dengan menggunakan tumpuan bagian ujung ujung kuda-kuda lompat.

Pengertian Lompat Jongkok Menurut Para Ahli

Adapun definisi lompat jongkok menurut para ahli, antara lain:

  • Sumber Belajar, Lompat jongkok dapat didefinisikan sebagai gerakan melompat dilanjutkan dengan jongkok di atas peti lompat dan diakhiri dengan jongkok di lantai.
  • Merriam-Webster, Lompat jongkok adalah senam di mana tubuh ditopang di kedua tangan, lutut ditekuk dan ditarik ke arah dada, dan kaki melewati antara lengan saat tubuh melewati peralatan.

Sejarah Lompat Jongkok

Lompatan (vaulting) merupakan latihan senam di mana atlet melompati benda dengan bentuk tertentu yang awalnya dimaksudkan untuk meniru kuda. Pada suatu waktu pelana kuda (pommel horse) digunakan dalam latihan lompat, dengan pelana (pegangan) yang dilepas. Kemudian bentuk silindris dibuat khusus umtuk melakukan lompatan.

Badan pendukung untuk olahraga senam, Fédération Internationale de Gymnastique (FIG), pada 2001 memutuskan bahwa meja lompat akan menggantikan kuda. Dengan bagian depannya yang melengkung, meja lompat dirancang untuk keamanan pesenam yang lebih besar

Dalam even lompat untuk laki-laki, kuda ditempatkan memanjang, dan meja lompat ditempatkan pada posisi yang sama baik untuk pria maupun wanita. Untuk pria, ketinggian peralatan adalah 1,35 meter (4,43 kaki) yang diukur dari lantai. Papan Reuther (juga disebut beatboard), jenis loncatan khusus yang dikembangkan di Jerman, ditempatkan di depan ujung dekat peralatan.

Pesenam berlari, mengumpulkan momentum ketika ia mendekati aparatus, bangkit kembali dari loncatan, dan, dengan tangan di atas aparatus, melompat ke atasnya. Berbagai trik dapat dilakukan, seperti melompati dengan kaki yang diangkangi, dengan kaki bersama-sama dan membungkuk ke posisi jongkok, atau dengan kaki lurus dan pinggul tertekuk.

Dalam even lompatan untuk wanita sama dengan kuda pria kecuali bahwa ia lebih rendah dan ditempatkan menyamping bukannya memanjang. Wanita juga menggunakan batu loncatan dan melakukan lompatan yang mirip dengan yang dilakukan oleh laki-laki, kecuali bahwa lompatan itu jauh lebih pendek. Untuk wanita, meja lompat setinggi 1,25 meter (4,10 kaki).

Lompat telah menjadi acara Olimpiade untuk pria sejak Olimpiade modern dimulai pada tahun 1896. Wanita telah berkompetisi secara individu dalam acara tersebut sejak tahun 1952.

Tujuan Lompat Jongkok

Sebagaimana halnya olahraga lompat lainnya, seperti lompat jauh, lompat tinggi, lompat kangkang, dan lompat jangkit, lompat jongkok juga memberikan manfaat bagi kesehatan, antara lain:

  1. Meningkatkan kelenturan tubuh

Meskipun tidak semua orang mempunyai tubuh yang lentur, tapi bukan berarti tidak dapat memilikinya melalui latihan kelentukan yang rutin senam lantai. Semakin sering melakukan senam lantai, maka otot akan menjadi lebih lentur dan dapat dilatih untuk melakukan gerakan yang lebih sulit.

  1. Mengencangkan otot

Melakukan gerakan lompat jongkok secara berulang dan rutin dapat membentuk dan mengencangkan otot-otot, sebab dalam pergerakannya menggunakan otot lengan, bahu, perut, paha dan kaki. Semua ini sebenarnya bisa dilakukan dengan rutin melakukan latihan kekuatan.

  1. Menguatkan tulang

Bukan hanya melatih otot, senam lantai lompat jongkok juga bermanfaat untuk menguatkan tulang. Kondisi seperti inijuga bisa dilakukan dengan terus menerus menjanlankan pemanasan statis atau pemanasan dinamis.

  1. Membakar kalori

Melakukan gerakan lompat jongkok secara rutin dapat membakar kalori. Meskipun gerakannya  tidak banyak, tapi gerakan lompat jongkok juga ampuh dalam membakar kalori.

  1. Menjaga keseimbangan tubuh

Gerakan ketika melompati papan tolakan dan mendarat dengan sempurna dapat membantu dalam menjaga keseimbangan tubuh.

  1. Meningkatkan kebugaran

Melakukan lompat jongkok secara rutin bisa meningkatkan kebugaran jasmani pada tubuh, serta membuat tubuh menjadi lebih sehat dan tidak mudah tertular penyakit.

Teknik Lompat Jongkok

Berikut ini teknik-teknik dasar dalam melakukan lompat jongkok, antara lain:

  1. Teknik Awalan

Untuk mempersiapkan tolakan dan  gerak lanjutan dari lompatan pada kuda-kuda, kita harus melakukan lari sebagai awalan terlebih dahulu. Kecepatan lari harus semakin meningkat mendekati papan tolak. Hal itu bertujuan untuk mendapatkan dorongan ke depan dalam mempersiapkan tolakan ke atas depan.

Tahap awalan sangat menentukan dalam keberhasilan lompatan. Dengan awalan yang sempurna dan tolakan kaki yang kuat, maka akan mencapai jarak dan ketinggian lompatan sesuai yang diharapkan, sehingga gaya dan bentuk lompatan bisa dilakukan dengan sempurna. Banyak hasil lompatan yang gagal karena awalan yang kurang sempurna.

Cara dalam melakukan teknik awalan, yaitu:

  • Beralih dengan ujung kaki dengan kepala tetap tegak, pandangan ke papan tolakan dan kuda-kuda atau peti lompat.
  • Ayunkan tangan ke depan dengan sikap rileks dan irama kaki yang baik.
  • Kecepatan lari semakin meningkat dan disesuaikan dengan bentuk lompat.
  • Bagian akhir dari awalan lebih berkonsentrasi pada gerak menolak.
  • Langkah terakhir dari awalan harus tepat pada papan tolak.
  1. Teknik Tolakan

Pada tahap melakukan tolakan, beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:

  • Persiapan kaki tolak untuk menempatkan kedua kaki tepat pada papan tolak.
  • Gerak tolakan kaki.
  • Gerak pelepasan kaki ke tahap melayang.

Cara dalam melakukan teknik tolakan, yaitu:

  • Pada saat perkenalan, tempatkan kedua kaki bersamaan pada papan tolak.
  • Posisikan kedua lengan diayun ke belakang badan.
  • Tekuk kedua lutut.
  • Luakukan gerak menolak ke atas depan hingga gerak awal melayang.
  1. Teknik Melayang

Gerakan melayang terjadi setelah kaki terlepas dari gerak menolak. Beberapa hal yang harus kita perhatikan ketika melayang yaitu:

  • Sikap badan dapat jongkok, menyudut, atau lurus.
  • Gerakannya bisa dilakukan dengan salto dan pantulan.
  • Dalam melakukan derakan melayang ada dua tahap, yaitu layangan pertama dan layangan kedua.
  1. Teknik Mendarat

Teknik pendaratan dilakukan dari gerak akhir melayang hingga kedua kaki menyentuh lantai atau matriks pendaratan. Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan pendaratan, yaitu:

  1. Menjaga keseimbangan badan dengan melenturkan kaki dan sikap kaki terbuka, tetapi tidak terlalu lebar.
  2. Badan dalam keadaan rileks dan tidak kaku sehingga dapat menekuk lutut, pinggul, dan mengangkat kedua lengan.
  3. Mendarat dengan jarak minimal 2 meter dari kuda-kuda atau peti lompat.
  4. Mendarat harus dengan dua kaki menyentuh lantai atau matras terlebih dahulu.

Selain teknik-teknik di atas, kita harus menghindari kesalahan-kesalahan dalam ketrampilan gerak lompat jongkok tumpuan ujung peti lompat yang meliputi:

  1. Awalan lari kurang cepat.
  2. Tolakan kedua kaki tidak bersamaan.
  3. Peti lompat tidak tercapai dengan baik.
  4. Tahanan tangan di peti.
  5. Lompat kurang kuat.
  6. Kedua tungkai tidak ditarik mendekati dada saat tangan menolak.
  7. Pendaratan kedua kakikurang bersamaan dan tidak berurutan.
  8. Pandangan tidak ke depan.

Aturan Permaian Lompat Jongkok

Berikut ini beberapa peraturan yang harus dipatuhi dalam lompat jongkok terkait mekanika gerak yang harus diperhatikan, antara lain:

  1. Gerak tubuh mengikuti tolakan, titik berat tubuh tetap bergerak secara horisontal dengan beberapa komponen vertikal. Hal tersebut penting bagi pesenam karena dapat memelihara gerak linier ke depan.
  2. Sebagai lompatan tidak terbalik, arah putaran dalam lompat jongkok harus berubah dari awalnya berrotasi ke depan ke rotasi ke belakang. Untuk mengurangi rotasi ke depan, posisi kedua lengan harus berada di depan bahu saat kontak dengan kuda terjadi.
  3. Pada bahu dan fleksi pergelangan tangan, terjadinya ekstensi yang cepat bisa menghasilkan daya menjauh dari titik berat tubuh dan dalam arah yang berlawanan merubah arah rotasi.
  4. Fleksi pada panggul dan lutut akan menurunkan moment of inertia (perubahan penyebaran massa tubuh di sekitar titik berat tubuh). Hal tersebut memungkinkan rotasi ke belakang yang cukup untuk membawa pesenam ke posisi berdiri.
  5. Ekstensi panggul dan lutut memperlambat rotasi ke belakang ketika pesenam mendekati posisi berdiri.

Demikian penjelasan dan ulasan yang bisa kami berikan pada semua pembaca, berhubungan dengan pengertian lompat jongkok menurut para ahli, sejarah, tujuan, teknik, dan aturan-aturan dalam permainannya. Semoga memberikan bahan pertimbangan.

Gambar Gravatar
Salah seorang yang menyukai olaharaga dan menulis terkait dengan bidang olahraga. Semoga tulisan saya di dosenpenjas.com ini membantu kalian semuanya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *