Pengertian Taekwondo, Sejarah, Tujuan, Teknik, dan Aturan Permainannya

Diposting pada

Pengertian Taekwondo

Seni bela diri taekwondo berasal dari Korea. Ini menggabungkan teknik pertempuran dan pertahanan diri dengan olahraga dan latihan beban. Secara historis, taekwondo diakui sebagai salah satu bentuk seni bela diri tertua di dunia, mencapai lebih dari 2.000 tahun. Pada tahun 1989, taekwondo menjadi seni bela diri paling populer di dunia, baik dari kalangan pria maupun wanita, dan dari berbagai usia.

Secara fisik, taekwondo mengembangkan kekuatan, kecepatan, keseimbangan, kelincahan, fleksibilitas, dan stamina. Terdapat beragam teknik dalam taekwondo diantaranya yaitu Kuda-Kuda (Seogi), Pukulan (Jireugi), Tendangan (Chagi), dan lain-lain. Secara umum, taekwondo bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kyorugi dan poomsae, yang masing-masing memiliki peraturan tersendiri.

Taekwondo

Taekwondo adalah salah satu seni bela diri tradisional Korea yang paling sistematis dan ilmiah, yang mengajarkan lebih dari sekedar keterampilan bertarung fisik. Ini adalah disiplin yang menunjukkan cara meningkatkan semangat dan kehidupan kita melalui melatih tubuh dan pikiran kita.

Kini taekwondo telah menjadi arti olahraga global yang telah mendapatkan reputasi internasional, dan berdiri di antara permainan resmi di olimpiade.

Pengertian Taekwondo

Taekwondo adalah seni bela diri modern yang ditandai dengan tendangannya yang cepat, tinggi, dan berputar. Isitilah “Tae” “Kwon” “Do” terdiri dari tiga bagian seperti yang ditunjukkan dalam ejaan bahasa Inggris, meskipun itu adalah satu kata dalam bahasa Korea.

  1. “Tae” artinya “kaki” atau “untuk melangkah”
  2. “Kwon” artinya “tinju”
  3. “Do” artinya “jalan” atau “seni”

Berdasarkan penggabungan ketiga kata di atas, secara bebas taekwondo bisa diartikan sebagai “seni tangan dan kaki” atau “jalan” atau “cara kaki dan kepalan”.

Pengertian Taekwondo Menurut Para Ahli

Adapun definisi taekwondo menurut para ahli, antara lain:

Merriam-Webster

Taekwondo dapat didefinisikan sebagai seni bela diri Korea tanpa menggunakan senjata yang dicirikan terutama oleh penggunaan tendangan yang ekstensif.

Encyclopedia

Taekwondo dapat didefinisikan sebagai bentuk pertarungan seni bela diri tangan kosong yang mengharuskan atlet untuk menggunakan semua bagian tubuh dalam kompetisi.

Sejarah Taekwondo

Salah satu petunjuk awal keberadaan Taekwondo adalah mural yang dilukis di dinding makam yang dibangun di kerajaan Korea Koguryo, antara tahun 37 SM dan 66 Masehi. Gambar tersebut menunjukkan dua sosok tanpa senjata saling berhadapan dalam posisi gaya Taekwondo.

Gambar-gambar tambahan di makam itu memperlihatkan tokoh-tokoh yang melakukan pemblokiran dan mengenakan seragam yang serupa dengan yang digunakan dalam pelatihan Taekwondo modern.

Kemajuan Taekwondo dan tekniknya berkembang sebagai negara Korea berkembang. Ada contoh dan sejarah pelatihan Taekwondo di hampir semua catatan kerajaan yang berbeda yang ada di negara itu selama berabad-abad.

Bentuk tertinggi dari seni kuno dicapai di kerajaan Silla. Kerajaan kecil ini terus-menerus menghadapi serangan dan pertentangan dari wilayah yang lebih besar dan lebih kuat. Akibatnya penguasa kerajaan, Raja Jin Heung, mendirikan kelompok elit prajurit yang disebut “Hwarang” atau “Bunga Pemuda”.

Hwarang terdiri dari para putra bangsawan di dalam kerajaan. Mereka secara hati-hati dipilih dan dilatih secara formal dalam semua aspek keterampilan militer termasuk pertempuran tanpa senjata, yang pada saat itu dikenal sebagai Tae Kyon. Penting bagi Hwarang untuk diajari tidak hanya pentingnya mengembangkan tubuh mereka, tetapi juga pikiran dan jiwa mereka.

Selain teknik bertarung, para pejuang muda diinstruksikan dalam sejarah, puisi, dan filsafat. Seluruh badan studi dikenal sebagai Hwarang Do. Hwarang memperoleh keterampilan tidak hanya untuk pertempuran, tetapi untuk kehidupan sehari-hari.

Ini berhubungan langsung dengan pelatihan Taekwondo modern, yang memberikan keterampilan bela diri serta peningkatan karakter, disiplin diri, dan kepercayaan diri yang dapat diterapkan pada tugas apa pun.

Setelah dinasti Silla datang dinasti Koryo (935 AD – 1352 AD) dari mana Korea mengambil namanya. Latihan seni bela diri, yang dikenal sebagai Subak Do, menjadi populer sebagai olahraga terorganisir dengan aturan terperinci. Keluarga kerajaan mensponsori kompetisi dan demonstrasi, dan seni bela diri menjadi sangat mengakar dalam budaya Korea.

Tujuan Taekwondo

Berikut ini beberapa tujuan berlatih taekwondo, antara lain:

  1. Untuk mengembangkan apresiasi untuk Taekwondo sebagai olahraga dan sebagai seni
  2. Untuk mencapai kebugaran jasmani melalui partisipasi positif
  3. Untuk meningkatkan disiplin mental dan keseimbangan batin emosional
  4. Untuk mempelajari keterampilan bela diri
  5. Untuk mengembangkan rasa tanggung jawab untuk satu diri dan orang lain.

Teknik Taekwondo

Terdapat beberapa teknik dalam taekwondo, diantaranya yaitu:

Kuda-Kuda (Seogi)

Ada beberapa macam sikap kuda-kuda dalam taekwondo, antara lain:

Neolpyo Seogi (sikap kuda-kuda terbuka)

Sikap Kuda-Kuda Terbuka terdiri atas:

  • Naranhi Seogi, artinya sikap sejajar
  • Juchum Seogi, artinya sikap duduk
  • Ap Seogi, artinya sikap jalan pendek
  • Ap Kubi Seogi, artinya sikap jalan panjang
  • Dwit Kubi, artinya sikap kuda-kuda L
  • Beom Seogi, artinya sikap kuda-kuda harimau.

Moa Seogi atau (sikap kuda-kuda tertutup) 

Sikap Kuda-Kuda Tertutup terdiri atas:

  • Moa Seogi, artinya sikap kuda-kuda tertutup
  • Koa Seogi, artinya sikap kuda-kuda dengan kaki menyilang

Teuksu Poom Seogi (sikap kuda-kuda khusus) 

SikapKuda-Kuda Khusus terdiri atas:

  • Kibon Junbi Seogi, artinya sikap kuda-kuda siap
  • Bojumeok Junbi Seogi, artinya sikap kuda-kuda siap dengan menutup kepalan

Pukulan (Jireugi) 

Ada beberapa macam pukulan dalam dalam taekwondo, antara lain:

  1. Yeop Jireugi, artinya pukulan dari samping
  2. Chi Jireugi, artinya pukulan dari bawah ke atas
  3. Dolryeo Jireugi, artinya pukulan mengait
  4. Pyojeok , artinya pukulan dengan sasaran
  5. Momtong Jireugi, artinya pukulan mengarah ke tengah (Mengarah ke ulu hati)
  6. Are Jireugi, artinya pukulan mengarah ke bawah
  7. Oreon Jireugi, artinya pukulan dengan menggunakan tangan kanan (dilakukan sambil menendang atau Ap Chagi)
  8. Eolgol Jireugi, artinya Pukulan mengarah ke atas (Mengarah ke kepala)
  9. Dujumeok Jeocho Jireugi, artinya pukulan dengan dua kepalan membungkuk meninju ke depan
  10. Chetdari Jireugi, artinya pukulan ganda ke arah tengah
  11. Dangkyo Teok Jireugi, artinya pukulan meninju rahang

Sabetan (Chigi) 

Ada beberapa macam sabetan dalam taekwondo, antara lain:

  1. Han Sonnal Mok Chigi, artinya sabetan dengan pisau tangan
  2. Jebipoom Mok Chigi, artinya sabetan dari luar ke dalam dengan tangkisan pisau tangan
  3. Me Jumeok Naeryo Chigi, artinya sabetan dari atas ke bawah
  4. Dung Jumeok Eolgul Ap Chigi, artinya sabetan depan dengan bonggol atas kepalan dengan sasaran bagian atas
  5. Palkup Dollyo Chigi, artinya sabetan memutar dengan siku tangan
  6. Palkup Pyojeok Chigi, artinya sabetan siku tangan dengan sasaran
  7. Mureup Chigi, artinya sabetan dengan lutut
  8. Deung Jumeok Bakkat Chigi, artinya sabetan dari dalam ke luar dengan bonggol atas kepalan

Tusukan (Chireugi) 

Ada beberapa macam tusukan dalam taekwondo, antara lain:

  1. Pyeonsonkeut Sewo Chireugi, artinya tusukan dengan menggunakan telapak tangan tegak
  2. Pyeonsonkeut Upeo Chireugi, artinya tusukan dengan menggunakan telapak tangan mendatar
  3. Kawison Keut Chireugi, artinya tusukan dengan 2 jari ke arah mata
  4. Hanson Keut Chireugi, artinya tusukan dengan 1 jari ke arah mata

Tendangan (Chagi) 

Ada beberapa macam tendangan dalam taekwondo, antara lain:

  1. Ap Chagi, artinya tendangan depan ke arah perut menggunakan kaki depan
  2. Dollyo Chagi, artinya tendangan dari arah samping
  3. Yeop Chagi, artinya tendangan samping menggunakan pisau kaki
  4. Dwi Chagi, artinya tendangan belakang
  5. Twieo Ap Chagi, artinya tendangan depan yang dilakukan sambil melompat
  6. Twieo Dwi Chagi, artinya tendangan belakang yang dilakukan sambil melompat
  7. Twieo Yeop Chagi, artinya tendangan samping yang dilakukan sambil melompat
  8. Dubal Dangsang Chagi, artinya tendangan dengan dua target sasaran
  9. Goley / Nare Chagi, artinya tendangan ganda
  10. Sip Chagi An Chagi, artinya tendangan yang dilakukan sambil melompat dan tangkisan aremaki
  11. Penriyti Chagi, artinya tendangan keliling
  12. Dwi Hurigi, artinya tendangan berputar melalui belakang
  13. Dol”e Chagi, artinya tendangan mencangkul ke arah kepala dengan menggunakan tumit

Tangkisan (Maki) 

Ada beberapa macam tangkisan dalam taekwondo, antara lain:

  1. Are Maki, artinya tangkisan ke arah bawah untuk menangkis tendangan
  2. Eolgol Maki, artinya tangkisan ke arah kepala
  3. Bina Magi An Maki, artinya tangkisan yang dimulai dari lengan bawah dan ketika masuk ke dalam harus melalui lengan atas
  4. An Palmok Momtong Bakkat Maki, artinya tangkisan ke arah lengan bawah
  5. An Makki, artinya tangkisan ke tengah dari luar ke dalam
  6. Bakkat Makki, artinya tangkisan ke tengah dari dalam ke luar
  7. Sonnal Momtong Makki,, artinya tangkisan ke tengah dengan pisau tangan
  8. Batang Son Momtong An Makki, artinya tangkisan ke tengah dari luar dengan bantalan telapak tangan
  9. Kawi Makki, artinya tangkisan menggunting
  10. Sonnal Bitureo Makki, artinya tangkisan melintir dengan satu pisau tangan
  11. Hecho Makki, artinya tangkisan ganda ke luar
  12. Eotgoreo Arae Makki, artinya tangkisan silang ke arah bawah
  13. Wesanteul Makki, artinya tangkisan ganda memotong arah bawah dan ke luar

Aturan Permainan Taekwondo

Pertandingan taekwondo bisa dibedakan menjadi dua macam, yaitu kyorugi dan poomsae, yang masing-masing memiliki  peraturannya sendiri, yaitu sebagai berikut:

Peraturan Pada Pertandingan Kyorugi

Pertandingan kyorugi dilakukan oleh dua taekwondoin untuk saling mengadu kekuatan fisik dengan teknik-teknik tendangan atau pukulan. Peraturan dalam pertandingan kyorugi, antara lain:

  1. Aturan yang digunakan pada pertandingan kyorugi yaitu aturan yang telah ditetapkan oleh World Taekwondoin Federation’s Rule. Apabila terdapat peraturan tambahan yang lebih rinci, maka akan dijelaskan dan diberitahu oleh penyelenggara kepada peserta ketika technical meeting.
  2. Pertandingan kyorugi dilakukan dengan sistem gugur atau single elimination tournament system.
  3. Pada pertandingan kyorugi, minimal jumlah peserta yaitu hanya 4 orang. Jika jumlah peserta kurang dari 4, maka akan dinyatakan sebagai eksibisi.
  4. Taekwondoin yang akan bertanding kyorugi minimal sudah meraih sabuk hijau.
  5. Panitia tidak akan menanggapi dan menerima protes dari peserta saat pertandingan.
  6. Apabila terdapat aturan lain, maka akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan dikeluarkan oleh pihak penyelenggara pertandingan.

 Peraturan Pada Pertandingan Poomsae

Pertandingan poomsae merupakan pertandingan yang diikuti oleh salah seorang taekwondoin. Peraturan dalam pertandingan poomase, antara lain:

  1. Aturan umum poomsae mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh World Taekwondo Federation Rule an Interpretation.
  2. Pada pertandingan poomsae, jalannya pertandingan diselenggarakan dengan sistem penyisihan tunggal atau biasa disebut dengan cut of robin.
  3. Setiap peserta pada pertandingan poomsae hanya boleh mengikuti maksimal dua kategori poomsae.
  4. Jumlah peserta pada pertandingan ini minimal yaitu 4 orang saja. Apabila jumlah peserta kurang dari 4, maka akan dinyatakan sebagai eksibisi.
  5. Urutan bertanding atau materi pada pertandingan poomsae ditentukan berdasarkan pada hasil undian yang sudah dilakukan terlebih dahulu ketika technical meeting.
  6. Pertandingan poomsae berlangsung dua sesi, yaitu sesi pertama melakukan wajib 1 dan sesi kedua melakukan wajib 2.
  7. Penetapan pemenang pada pertandingan ini diperoleh berdasarkan jumlah poin paling banyak yang sudah dihasilkan.
  8. Panitia atau penyelenggara tidak menerima dan melayani protes dari peserta

Maka, demikian tadi artikel lengkap yang bisa kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian taekwondo menurut para ahli, sejarah, tujuan, teknik, dan aturan dalam permainannya. Semoga memberikan literasi. Trimakasih,

Gambar Gravatar
Salah seorang yang menyukai olaharaga dan menulis terkait dengan bidang olahraga. Semoga tulisan saya di dosenpenjas.com ini membantu kalian semuanya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *