Pengertian Kriket, Sejarah, Tujuan, Teknik, dan Aturan Permainannya

Diposting pada

Pengertian Kriket

Kricket adalah salah satu arti olahraga musim panas nasional Inggris, yang sekarang dimainkan di seluruh dunia, terutama di Australia, India, Pakistan, Hindia Barat, dan Kepulauan Inggris. Kricket dimainkan dengan tongkat dan bola dan melibatkan dua tim yang saling bersaing. Masing-masing tim terdiri atas 11 pemain. Lapangan kriket berbentuk oval dengan area persegi di tengah (pitch), dengan panjang 20,12 meter dengan lebar 3,04 meter.

Terdapat beberapa teknik dan aturan yang harus dikuasai dan dipatuhi oleh pemaian selama pertandingan kriket berlangsung. Secara historis, asal usul kriket tidak pasti dan rujukan pasti yang paling awal adalah di Inggris tenggara di pertengahan abad ke-16. Ini menyebar secara global dengan ekspansi Kerajaan Inggris, yang mengarah ke pertandingan internasional pertama di paruh kedua abad ke-19.

Kriket

Kricket adalah olahraga yang dimainkan antara dua tim dengan sebelas pemain yang masing-masing mencetak skor (poin). Ini dilakukan dengan memukul bola melewati batas, atau dengan berlari di antara dua set tiga tiang kayu kecil yang disebut gawang. Gawang berada di setiap ujung pitch.

Pertandingan dimulai di Inggris pada abad ke-16. Kemudian, permainan menyebar ke negara-negara Kekaisaran Inggris di abad ke-19 dan ke-20. Hari ini, ini adalah olahraga populer di Inggris, Australia, India, Pakistan, Sri Lanka, Bangladesh, Afrika Selatan, Selandia Baru, Hindia Barat dan beberapa negara lain seperti Afghanistan, Irlandia, Kenya, Skotlandia, Belanda, dan Zimbabwe.

Badan pengatur permainan kriket adalah International Cricket Council (ICC), yang memiliki lebih dari 100 anggota, dua belas di antaranya adalah anggota penuh yang memainkan pertandingan Uji. Aturan permainan diadakan dalam kode yang disebut Laws of Cricket yang dimiliki dan dikelola oleh Marylebone Cricket Club (MCC) di London.

Pengertian Kriket

Kriket adalah permainan yang menggunakan bat dan bola yang dimainkan antara dua tim yang terdiri dari sebelas pemain di sebuah lapangan berukuran 20 meter (22 yard) dengan gawang di setiap ujungnya.

Permainan ini diputuskan oleh dua wasit, dibantu oleh wasit ketiga dan wasit pertandingan dalam pertandingan internasional. Mereka berkomunikasi dengan dua pencetak gol di luar lapangan yang mencatat informasi statistik pertandingan.

Pengertian Kriket Menurut Para Ahli

Adapun definisi kriket menurut para ahli, antara lain:

Lektur

Pengertian kriket ialah sebagai olahraga luar ruangan yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing terdiri atas 11 orang, menggunakan bet dan permainan bola kecil keras, biasa dimainkan di inggris dan negara persemakmuran Inggris.

Colllins Dictionary

Kricket adalah permainan luar ruang yang dimainkan antara dua tim. Pemain mencoba untuk mencetak poin, disebut run, dengan memukul bola dengan tongkat kayu.

Sejarah Kriket

Asal usul kriket terletak di suatu tempat pada abad pertengahan, mungkin setelah Kekaisaran Romawi, hampir pasti sebelum Normandia menyerbu Inggris, dan hampir pasti di suatu tempat di Eropa Utara. Semua penelitian mengakui bahwa permainan ini berasal dari hobi yang sangat tua, yang kemudian tersebar luas.

Cara bermainnya pun tidak rumit, di mana satu pemain melemparkan sebuah objek, baik itu sepotong kayu kecil atau bola, dan yang lain memukulnya dengan klub (tongkat pemukul) yang sesuai mode. Bagaimana dan kapan permainan bola-klub ini berkembang menjadi suatu permainan dimana pemukul mempertahankan target untuk melawan pelempar tidak diketahui.

Juga tidak ada bukti kapan poin diberikan tergantung pada seberapa jauh pemukul mampu memukul objek; atau ketika para pembantu bergabung dengan kontes dua pemain, dengan demikian memulai evolusi menjadi permainan tim; atau ketika konsep penentuan menempatkan gawang di kedua ujung lapangan diadopsi.

Apa yang disepakati oleh Tudor bahwa kriket telah berevolusi cukup jauh dari permainan bola-klub untuk dikenali sebagai permainan yang dimainkan saat ini, bahwa itu mapan di banyak bagian Kent, Sussex dan Surrey.

Permainan itu beberapa tahun ini telah menjadi permaianan waktu senggang di sejumlah besar sekolah, dan suatu tanda dari penerimaan secara luas terhadap permainan itu adalah bahwa permainan itu telah menjadi cukup populer di kalangan anak muda.

Tujuan Kriket

Tujuan permainan kriket yaitu untuk mencetak lebih banyak run (angka) dibandingkan tim lainnya. Permainan kriket bisa berlangsung hingga lima hari dan bisa berlangsung enam jam atau lebih setiap harinya.

Berikut ini beberapa manfaat bermain kriket, antara lain:

  1. Peningkatan stamina dan daya tahan: berlari konstan melintasi lapangan membantu meningkatkan stamina.
  2. Keseimbangan: keseimbangan juga sesuatu yang dapat ditingkatkan melalui olahraga ini karena konsentrasi tertinggi diperlukan saat bermain kriket.
  3. Fleksibilitas: belajar bergerak bebas adalah sesuatu yang disertai dengan latihan kriket, sehingga meningkatkan fleksibilitas individu.
  4. Koordinasi: ketika menangkap atau melempar bola, pemain kriket meningkatkan koordinasi mata tangannya.
  5. Kardio: kriket termasuk banyak melempar dan berlari melintasi lapangan, yang merupakan aktivitas kardiovaskular yang bagus.
  6. Peningkatan keterampilan motorik: memukul dan menangkap bola membutuhkan keterampilan motorik kasar. Ini adalah kegiatan yang membuat otot-otot tubuh bekerja.
  7. Pengencangan otot: seperti olahraga lainnya, kriket juga membantu mengencangkan otot.
  8. Kebugaran fisik: berlari cepat ketika bermain mengharuskan kita untuk terus-menerus bergerak, yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani kita.
  9. Kerja tim: itu adalah olahraga tim. Sebelas pemain harus bekerja bersama selama beberapa jam di lapangan, memanfaatkan strategi untuk mengalahkan tim lain.

Anak-anak bermain kriket belajar kerja sama dan keterampilan sosial lainnya, sambil membangun rasa bangga dan prestasi ketika tim mereka menang. Bahkan orang dewasa dapat menikmati kesempatan untuk membina persahabatan di luar kantor. Kemenangan lebih manis saat dibagikan.

  1. Keterampilan Sosial: ini adalah cara yang bagus untuk berinteraksi dengan orang-orang dan juga cara yang bagus untuk belajar mengatasi menang atau kalah. Pertandingan kriket dapat berlangsung beberapa jam, dan dalam waktu itu seseorang harus bekerja dengan tim secara kooperatif untuk mengembangkan dan memulai strategi permainan dan memenangkan pertandingan.

Teknik Kriket

Terdapat 5 cara bermain kriket, antara lain:

  1. Batting (memukul bola)
  2. Bowling (melempar bola)
  3. Fielding (menjaga)
  4. Catching (menangkap)
  5. Wicket keeper (penjaga stump)

Dalam permainan kriket, pemain harus memahami teknik-teknik dasarnya agar bisa bermain dengan benar. Teknik dasar tersebut antara lain:

  1. Untuk mengawali pertandingan, tim penjaga masuk ke dalam lapangan, kemudian disusul oleh dua pemukul masuk ke lapangan.
  2. Kedua pemukul berdiri di bagian depan stump masing – masing yang berada di atas lapangan atau pitch.
  3. Posisi kedua pemukul yaitu saling bersebarangan.
  4. Pemukul pertama bersiap untuk memukul bola, sedangkan pemukul  yang kedua siap untuk berlari ke ujung stump lain, yaitu ke arah pemukul yang pertama.
  5. Selanjutnya berlari kembali jika bola belum di ambil oleh regu fielding.
  6. Apabila salah satu pemukul mati, maka dia digantikan oleh pemukul lainnya dan begitu seterusnya. Pemukul yang sudah mati tidak bisa melanjutkan memukul lagi.
  7. Masing-masing pemukul berusaha untuk memukul bola sebanyak-banyaknya untuk  mengumpulkan nilai sebanyak-banyaknya.
  8. Setelah itu, tim A dan B bertukar posisi, yaitu Tim B menjaga bola, sedangkan tim A memukul bola.
  9. Apabila salah satu diantara kedua tim memperoleh nilai  yang lebih tinggi, maka tim yang mendapatkan nilai tinggi dikatakan menang selama perpindahan ( over ) yang ada.
  10. Akan tetapi, apabila tim A memukul bola dan semua pemukulnya mati sebelum over di tentukan habis, maka permainan selesai dan bertukar posisi.
  11. Tim B memukul serta mengejar nilai yang dikumpulkan oleh tim A untuk memenangkan pertandingan.

Aturan Permaianan Kriket

Terdapat beberapa peraturan dalam permainan kriket yang harus dipatuhi oleh para pemainnya, antara lain:

  1. Kriket dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri atas 11 orang pemain pada sebuah lapangan khusus.
  2. Lapangan kriket biasanya berbentuk lingkaran atau oval, yang batas luar area permainannya ditandai dengan boundary (pembatas) , bisa berupa pagar, ujung tribun penonton, tali tambang, dan/atau garis di rumput. Pembatas tersebut sedapat mungkin dipasang di keseluruhan sisi lapangan.
  3. Pada bagian tengah lapangan terdapat pitch berbentuk persegi panjang. Di setiap ujung pitch terdapat struktur sasaran yang dinamakan wicket. Jarak antar wicket yaitu 22 yard (20 m). Tiap-tiap wicket terdiri atas tiga stump, yaitu batang kayu sepanjang 28 inci (710 mm) yang ditancapkan ke tanah dalam posisi segaris, dan dua bail yang ditaruh di atas sela-sela stump.
  4. Pada tiap ujung pitch ditandai dengan empat garis putih: bowling crease, popping crease, dan dua return crease.
  5. Ketiga stump disusun di tengah bowling crease yang mempunyai panjang 104 inci (2600 mm). Popping crease digambar sejajar 4 kaki (1,2 m) di depan bowling crease, meskipun biasanya garis yang tergambar hanya 4 meter (2 meter kiri dan kanan wicket), panjang asli popping crease tidak terbatas. Return crease digambar dengan sudut tegak dari popping crease sepanjang 8 kaki (2,4 m) walau panjang aslinya juga tak terbatas.

Maka, itulah tadi penjelasan dan ulasan yang bisa kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian kriket menurut para ahli, sejarah, tujuan, teknik, dan aturan dalam permainannya. Semoga memberikan referensi atas materi keolahragaan yang pembaca sedang cari. Trimakasih,

Gambar Gravatar
Salah seorang yang menyukai olaharaga dan menulis terkait dengan bidang olahraga. Semoga tulisan saya di dosenpenjas.com ini membantu kalian semuanya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *