Pengertian Karate, Sejarah, Tujuan, Teknik, dan Aturan Permainannya

Diposting pada

Pengertian Karate

Karate adalah salah satu bentuk seni bela diri yang paling banyak dipraktikkan di dunia. Seni bela diri mengandalkan koordinasi fisik akut dan fokus mental. Secara historus, karate dikembangkan di Asia (terutama India, Cina, dan Jepang) selama beberapa ribu tahun. Selama ini, ada banyak variasi seni bela diri, dan ada ratusan disiplin ilmu yang dipraktikkan saat ini.

Karate modern berkembang dari bentuk seni bela diri yang dipraktikkan di Okinawa, sebuah pulau yang sekarang menjadi bagian dari Jepang. Tujuan utama dari arti olahraga yang satu ini yaitu untuk mempertahankan serta melindungi diri dari berbagai ancaman serta menjaga kesehatan tubuh. Untuk bisa melakukan karate dengan baik, pemain karate (karatedo atau karateka) harus menguasai teknik-teknik serta memahami peraturan permaian karate.

Karate

Kata karate adalah kombinasi dari dua kanji (karakter Cina): kara, yang berarti kosong, dan te, yang berarti tangan; dengan demikian, karate berarti “tangan kosong”. Karate adalah seni bela diri Jepang yang aspek fisiknya mencari pengembangan gerakan tubuh defensif dan serangan balik.

Tema pelatihan karate tradisional adalah pertempuran dan pertahanan diri, meskipun aspek mental dan moralnya menargetkan peningkatan keseluruhan individu. Ini difasilitasi oleh disiplin dan upaya gigih yang diperlukan dalam pelatihan.

Jika karate harus dijelaskan hanya dalam satu kalimat, maka kalimat yang paling cocok adalah “Kamu tidak pernah menyerang dulu dalam karate”. Kalimat tersebut merupakan pepatah yang dikemukakan oleh Gichin Funakoshi (1868-1957), orang Okinawa yang membawa karate ke Jepang pada tahun 1922, dan yang diterima sebagai bapak karate modern.

Pengertian Karate

Karate ialah salah satu cabang olahraga bela diri yang hanya menggunakan tangan kosong. Dikatakan menggunakan “tangan kosong” karena memang tidak menggunakan peralatan apapun, hanya menggunakan kaki dan tangan sebagai alat untuk melepaskan kekuatan serangan, pukulan, serta tendangan.

Pengertian Karate Menurut Para Ahli

Adapun definisi karate menurut para ahli, antara lain:

Merriam Webster

Karate adalah seni bela diri Jepang menggunakan serangan tangan dan tendangan untuk melumpuhkan atau menundukkan lawan.

Collins English Dictionary

Karate adalah olahraga Jepang atau cara bertarung di mana orang bertarung menggunakan tangan, siku, kaki, dan tungkai.

Cambridge Dictionary

Karate adalah olahraga yang berasal dari Jepang, di mana orang bertarung menggunakan lengan, tangan, tungkai dan kaki mereka. Tingkat keterampilan yang dimiliki seseorang ditunjukkan oleh sabuk warna apa yang mereka kenakan.

Sejarah Karate

Karate lahir di Kepulauan Okinawa sebagai bentuk bela diri, pada saat senjata dilarang oleh pasukan Jepang. Ini dimulai sebagai te (tangan), gaya bertarung yang digunakan oleh penduduk asli Kepulauan Ryukyu, dan kemudian dipengaruhi oleh Kenpo Tiongkok, diperkenalkan melalui keluarga Cina yang menetap di Okinawa setelah hubungan dagang antara Cina dan pulau-pulau dibangun.

Dari tiga kota di Okinawa (Shuri, Naha, Tomari), masing-masing berjarak dekat tetapi dengan tuntutan sosial yang sangat berbeda, sehingga tiga gaya yang berbeda muncul, yaitu Shuri-te, Naha-te, dan Tomari-te.

Secara kolektif, gaya-gaya tersebut disebut Okinawa-te atau tode (tangan Cina), dan seiring waktu, gaya-gaya tersebut bergabung menghasilkan dua, yaitu Shōrin-ryu, dikembangkan di dekat Shuri dan Tomari, dan Shōrei-ryu, yang dikembangkan di dekat Naha.

Sangat sedikit yang diketahui tentang asal mula karate yang sebenarnya sebelum muncul di Okinawa, tetapi satu teori populer menyatakan bahwa itu berasal dari India lebih dari seribu tahun yang lalu, kemudian dibawa ke Cina oleh seorang biksu Buddha yang bernama Bodhidarma (“daruma” dalam bahasa Jepang).

Seperti yang dijelaskan legenda, Bodhidarma tiba di Shaolinsi dan mulai mengajarkan Buddhisme Zen juga, gaya tinju kuil berdasarkan latihan yang dirancang untuk memperkuat pikiran dan tubuh. Keakuratan historis legenda ini masih menjadi isu hangat perdebatan dewasa ini.

Berikut ini tanggal-tanggal penting dalam sejarah karate:

  1. 1905 : Karate termasuk dalam program pendidikan kebugaran jasmani Okinawa di tingkat menengah.
  2. 1917 : Funakoshi memberikan demonstrasi publik pertama tentang karate-do.
  3. 1922 : Funakoshi diundang oleh Dr. Jano Kano untuk memberikan demonstrasi di Kodokan Dojo, membawa karate-do ke Jepang.
  4. 1924 : Klub karate universitas pertama didirikan di Jepang, di Universitas Keio.
  5. 1930-an : Karate menuju Kanada.
  6. 1936 : Para master Okinawa bertemu untuk membahas karate di Okinawa, sebuah pertemuan yang disponsori oleh surat kabar Ryukyu Shimpo.
  7. 1939 : Jepang membuka Shoto-Kan, sekolah pelatihan formal pertamanya.
  8. 1945 : Dojo pertama dibuka di Amerika Serikat.
  9. 1949 : Asosiasi Karate Jepang dibentuk.
  10. 1950-an : Karate diperkenalkan di Inggris.
  11. 1960-an : Karate membuat jalan ke Uni Soviet dan dilarang dan dilarang beberapa kali selama tiga dekade berikutnya.
  12. 1964 : Prancis Shotokan Karate dibuat di Prancis.
  13. 1989 : Karate dilegalkan sekali lagi di Uni Soviet.

Tokoh historis yang memiliki pengaruh signifikan dalam karate:

  1. Gichin Funakoshi : Pendiri Shotokan.
  2. Jano Kano : Pendiri judo Jepang.
  3. Sakukawa Kanga : Salah satu warga Okinawa pertama yang belajar di Cina.
  4. Itosu Anko : Sering disebut “kakek dari karate,” membawa karate ke sekolah-sekolah Okinawa dan menyederhanakannya untuk meningkatkan penerimaan publik.
  5. Chojun Miyagi : Dinamakan gaya Gōjū-ryū.
  6. Hironori Otsuka : Pendiri gaya Wado-ryu.
  7. Kenwa Mabuni : Pendiri gaya Shitō-ryu.

Saat ini, karate diajarkan di seluruh dunia, dan meskipun sering dimodifikasi dan selalu berubah, empat gaya khas Jepang telah muncul: Goju-ryu, Shitō-ryu, Shotokan, Wado-ryu.

World Karate Federation (WFK), organisasi terbesar untuk karate sebagai olahraga, telah mengembangkan sistem peraturan dan regulasi umum, dan meskipun belum diakui sebagai olahraga Olimpiade, WFK diakui oleh Komite Olimpiade Internasional dan koordinat dengan berbagai komite Olimpiade nasional.

Tujuan Karate

Tujuan utama karate yaitu untuk mempertahankan dan melindungi diri dari berbagai ancaman serta untuk menjaga kesehatan. Ditinjau dari segi filosofis, tujuan dari Karate Tradisional adalah untuk mengembangkan pikiran dan tubuh yang seimbang.

Karate Tradisional juga bertujuan untuk menumbuhkan karakter manusia yang hebat dari kelas yang lebih tinggi yang mencegah serangan kekerasan sebelum pertarungan yang sebenarnya terjadi.

Teknik Karate

Seperti halnya dengan bela diri yang lain, karate ini juga mempunyai beberapa teknik yang perlu dipelajari untuk menguasai ilmu karate, antara lain:

  1. Kihon

Secara harfiah, teknik kihon mempunyai makna fondasi yang artinya setiap karatedo (sebutan bagi praktisi karate) wajib untuk menguasai Kihon secara sempurna sebelum pada akhirnya bisa mengenal serta mempelajari Kata dan Kumite.

Pelatihan untuk teknik Kihon biasanya diawali dengan mempelajari gerakan menendang dan juga memukul yang dikenal dengan tahap sabuk putih serta untuk gerakan bantingan yang terdapat dalam sebuk coklat. Ketika karatedo berada pada tahap dan/atau sabuk hitam, maka hal itu berarti karatedo telah sukses dalam menguasai seluruh Kihon.

  1. Kata

Secara harfiah, teknik kata adalah merupakan bentuk atau pola dan di dalam karate. Kata bukan hanya sekedar pelatihan secara fisik biasa maupun aerobik yang diduga banyak orang, melainkan mempunyai pelajaran yang berkaitan dengan prinsip bertarung yang termuat di dalam teknik dasar kata ini.

Dalam teknik yang satu ini terdapat falsafah-falsafah hidup di dalam setiap gerakan, serta terdapat ritme gerakan dan juga pernafasan yang tak sama antara satu dengan lainnya dalam setiap gerakan kata.

Ada istilah Bunkai dalam teknik kata. Bunaki merupakan sebuah aplikasi yang karatedo bisa gunakan dari gerakan dasar kata itu sendiri. Dalam seriap gerakan kata, tiap alirannya mempunyai gerak dan nama yang berbeda.

Contohnya yaitu Kata Tekki yang terdapat pada aliran Shotokan yang lebih dikenal dengan istilah Naihanchi yang terdapat di aliran Shito Ryu dan inilah yang berpengaruh terhadap Bunkai dalam setiap aliran berbeda satu dan yang lain.

  1. Kumite

Secara harfiah, kumite mempunyai makna yaitu pertemuan tangan. Teknik ini biasanya digunakan secara khusus oleh para karatedo yang telah berada pada tingkat lanjut, seperti sabuk biru maupun tingkatan tinggi lainnya seperti sabuk biru atau lebih.

Meskipun demikian, di masa sekarang sudah banyak dojo yang menawarkan pelatihan atau pengajaran tentang kumite kepada praktisi sabuk kuning maupun tingkat pemula yang lainnya. Go hon kumite atau kumite yang diatur ialah sebuah teknik yang pertama kali dipelajari oleh para karatedo sebelum nantinya lanjut melakukan kumite bebas maupun jiyu kumite.

  1. Dachi atau Kuda-kuda

Dachi ialah teknik gerakan dasar dalam karate yang perlu dipelajari untuk semua praktisi pemula agar bisa menguasainya dengan benar dan juga sempurna. Kuda-kuda menjadi langkah awal yang penting di dalam sebuah bela diri karena dianggap sebagai tumpuan dari seluruh gerakan yang ada sehingga karatedo untuk mengenal sekaligus mempelajarinya dengan baik.

  1. Zuki atau Pukulan

Zuki ialah gerakan dasar yang paling penting untuk para karatedo. Gerakan ini perlu dikuasai secara sempurna agarketika menyerang lawan bisa melakukan teknik gerakan dengan baik dan benar.

  1. Geri atau Tendangan

Geri menjadi salah satu teknik vital dalam karate, karena teknik gerakan tendangan juga bisa digunakan ketika menyerang lawan selain dengan mengandalkan penggunaan pukulan.

  1. Uke atau Tangkisan

Tangkisan juga dibutuhkan ketika sedang berhadapan dengan lawan di area pertandingan. Dalam gerakan tangkisan ini, posisi badan perlu sedikit menyamping atau paling tidak segaris dengan kuda-kuda, tujuannya yaitu agar tendangan atau pukulan lawan tidak mengenai tangkisan kita, sehingga serangan itu tidak akan bisa mengenai tubuh kita.

Aturan Permainan Karate

Berikut ini beberapa peraturan dalam karate yang perlu kita ketahui, antara lain:

  1. Matras pertandingan

Ukuran matras yang digunakan dalam pertandingan karate yaitu luas keseluruhannya 10 x 10 m dengan area berwarna putih yang digunakan sebagai tempat para karateka ataupun karatedo bertarung. Warna biru adalah garis jogai, sedangkan warna merah adalah area tempat juri menilai.

  1. Papan nilai

Semua kesalahan yang dinyatakan atau disebutkan wasit kepada seluruh karatedo akan dicatat di papan nilai tersebut.

  1. Juri

Juri dalam pertandingan karate terbagi menjadi beberpa macam, yaitu:

  • Tatami manager, sebagai pengawas pertandingan.
  • Shushin, sebagai orang yang memimpin pertandingan.
  • Fukushin, yang memiliki tugas untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan.
  • Kansa, yang memiliki tugas untuk memeriksa kelengkapan karateka.
  1. Administrasi pertandingan

Petugas dalam lapangan pertandiangan yang memiliki tugas untuk mengatur jadwal serta memanggil para karateka atau karatedo.

  1. Medis

Apabila karateka cidera ketika pertandingan berlangsung, maka tim medis lah yang bertugas untuk menolong karateka ataupun karatedo tersebut.

Itulah tadi penjelasan dan pengulasan yang bisa kami tuliskan kepada sgeenap pembaca terkait dengan pengertian karate menurut para ahli, sejarah berdiri, tokoh, tujuan, teknik, dan aturan dalam permainannya. Semoga ulasan kali ini bisa bermanfaat. Trimakasih,

Gambar Gravatar
Salah seorang yang menyukai olaharaga dan menulis terkait dengan bidang olahraga. Semoga tulisan saya di dosenpenjas.com ini membantu kalian semuanya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *