Pengertian Penjelajahan, Jenis, Faktor, dan Contohnya

Diposting pada

Penjelajahan Adalah

Penjelajahan atau dalam Bahasa Inggris exploration bisa diartikan sebagai perjalanan, tetapi lebih dari sekadar liburan, tapi pergi ke suatu tempat untuk memeriksa dan menemukan hal-hal baru. Penjelajahan atau eksplorasi adalah apa yang kita lakukan ketika kita ingin belajar lebih banyak tentang apa yang ada di alam bebas dengan menjalankan bagian dari arti survival. Orang-orang seperti Christopher Columbus ahli dalam eksplorasi.

Beberapa astronot mengabdikan hidup mereka untuk eksplorasi ruang angkasa, mencari planet baru. Untuk konteks yang lebih sempit, penjelajahan biasanya dilakukan sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam pramuka, yang seringkali disebut juga dengan istilah lintas alam. Penjelajahan bisa bermacam-macam jenisnya dilihat dari medan yang ditempuh, misalnya mendaki gunung, menyusuri sungai, dan lain-lain.

Penjelajahan

Dalam kegiatan pramuka, penjelajahan atau lintas alam merupakan suatu kegiatan di alam terbuka yang menarik, menyenangkan dan menantang yang bisa bermanfaat dalam mengembangkan kecintaan terhadap alam dan menambah wawasan tentang lingkungan.

Penjelajahan atau lintas alam biasanya dikonsentrasikan pada kegiatan “Survival Training” yang penuh haling rintang, misalnya naik turun tebing. Hal itu bertujuan agar peserta penjelajahan memiliki pengalaman dalam merasakan suatu keberhasilan melintasi halang rintang yang menghadang.

Pengertian Penjelajahan

Penjelajahan alam ialah kegiatan atau aktivitas menjelajahi alam terbuka yang dilakukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani, menyeharkan otak, sekaligus lebih mengenali lingkungan alam bebas di sekitar kita, serta mensyukuri alam yang telah diciptakan oleh Allah SWT, dengan cara menjaga kelestarian dan tidak merusaknya.

Melalui kegiatan penjelajahan, selain bisa lebih mengenal alam, sekaligus bisa mengembangkan keterampilan manajerial, keterampilan bergaul, keterampilan intelektual, keerampilan emosional, keterampilan sosial, keterampilan spiritual dan keterampilan fisik.

Ketika penjelajahan sedang berlangsung, sepanjang perjalanan peserta akan mendapatkan tugas yang bertujuan untuk menerapkan dan mengembangkan:

  1. Sikap kepemimpinan
  2. Sikap demokratis
  3. Kekompakan Kerja
  4. Kematangan berfikir
  5. Sikap kemandirian
  6. Sikap kepercayaan diri
  7. Keterampilan dan Ketangkasan
  8. Administrasi dan Pembagian Tugas
  9. Pengetahuan dan Pengalaman

Pengertian Penjelajahan Menurut Para Ahli

Adapun definisi penjelajan menurut para ahli, antara lain:

Wikipedia

Penjelajahan atau eksplorasi adalah tindakan mencari area yang tidak dikenal untuk mempelajarinya. Ini melibatkan penemuan informasi baru. Manusia mengeksplorasi bahkan ketika mereka memiliki semua yang mereka butuhkan di mana pun mereka berada.

Jenis Penjelajahan

Jenis-jenis penjelajahan di alam bebas, antara lain:

Penjelajahan masyarakat

Penjelajahan masyarakat bertujuan untuk:

  1. Melakukan perjalanan kaki sambil mengenal masyarakat di sepanjang rute perjalanan
  2. Menjelajah daerah baru dan mengenal tata kehidupan masyarakatnya sangat bermanfaat bagi para peserta.

Melalui terjalinnya hubungan antara peserta dengan para penduduk setempat, maka akan tumbuh pengertian yang kelak bisa ditingkatkan menjadi program pengabdian. Jarak tempuh perjalanan yaitu 6 sampai 8 km untuk peserta yang berusia 16 sampai 20 tahun, dalam bentuk regu-regu kecil (8 orang).

Terdapat pembagian tugas dalam tiap-tiap regu untuk mencari tahu jawaban dari beberapa, seperti berapa jumlah penduduk, apa mata pencahariannya, agama yang dianut, ada berapa sekolah dan lain sebagainya.

Semua regu harus melakukan pendekatan terhadap masyarakat setempat melalui wawancara. Dari setiap perjalanan tiap-tiap regu membuat laporan yang lengkap tentang persoalan yang ditugaskan kepada mereka. Termasuk memberi saran, menarik kesimpulan dan memberika usul perbaikan berdasarkan data yang sudah dikumpulkan.

Pengembaraan

Penjelajahan yang berbentuk pengembaraan bisa dilakukan oleh yang berusia 14 sampai 16 tahun. Pengembaraan tersebut dilakukan menurut arah yang sudah ditentukan sepanjang 10 km dari tempat memulai perjalanan. Perjalanan bisa dilakukan sendiri-sendiri atau berdua, lama perjalanan 24 jam termasuk menginap dalam tenda yang didirikan sendiri.

Peserta diharuskan memasak sendiri dengan menggunakan peralatan yang mereka bawa. Selain itu, mereka juga harus membuat laporan tertulis tentang perjalanannya mereka. Laporan tersebut boleh dilengkapi dengan data tambahan berupa peta-peta perjalanan dan gambar peta lapangan atau tempat umum.

Selain yang berusia 14 sampai 16 tahun, penjelajahan pengembaraan juga bisa dilakukan oleh mereka yang berusia 17 — 20 tahun, dengan menempuh perjalanan selama sehari semalam (36 jam) sejauh 15 km.

Perjalanan bisa dilakukan sendiri-sendiri atau berdua, dengan menaiki perahu layar atau perahu yang dikayuhnya sendiri ke pulau. Atau bisa juga dengan naik kuda, menggunakan sepeda ke luar kota, desa atau ke hutan.

Penjelajahan mempertahankan hidup 

Kegiatan penjelajahan yang satu ini dalam bahasa Inggris dinamakan survival hike, yaitu suatu bentuk latihan yang sengaja dibuat berat yang bertujuan agar peserta mempunyai:

  1. Daya tahan
  2. Kemampuan mental dan fisik
  3. Disiplin
  4. Percaya diri
  5. Sanggup menderita
  6. Kerja keras
  7. Kekuatan jasmani dan rohani.

Kegiatan tersebut biasanya dilakukan oleh para calon anggota SAR (Search And Rescue), calon anggota pecinta alam, calon anggota perkumpulan bela diri dan lain-lain. Terdapat dua hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kecelakaan bagi peserta, yaitu:

  1. Latihan persiapan bagi calon peserta harus diintensifkan
  2. Pemeriksaan awal terhadap medan dan rute perjalan

Apabila ditinjau dari jenis medannya, perjalanan dalam penjelajahan bisa dibedakan menjadi:

  1. Perjalanan mendaki gunung
  2. Perjalanan menempuh rimba
  3. Perjalanan menyusuri sungai, pantai dan rawa
  4. Perjalanan menelusuri gua
  5. Perjalanan berlayar

Faktor-Faktor Penjelajahan

Ketika mengadakan kegiatan penjelajahan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan atau diperhitungkan, antara lain:

  1. Tingkat keselamatan peserta
  2. Tingkat kesulitan yang dihadapi peserta harus sudah diperhitungkan
  3. Petugas-petugas pos hendaknya bersikap mendidik dan ramah
  4. Penyusunan laporan dilakukan setelah perjalanan selesai dilakukan
  5. Dalam konteks kegiatan pramuka, penjelajahan sanggup dilakukan oleh tingkat Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, maupun Pandega, dengan memperhatikan tingkat kesulitannya.

Selain beberapa hal di atas, dalam merencanakan suatu perjalanan ke alam bebas harus dipersiapkan dan disusun secara matang, dengan menggunakan rumusan umum yaitu 4W & 1 H. Berikut penjelasannya:

  1. Where (Dimana)

Artinya, untuk melakukan suatu kegiatan di alam kita harus mengetahui letak tempat yang akan kita digunakan.

  1. Who (Siapa)

Artinya, dalam melakukan kegiatan di alam kita harus tahu apakah kita akan melakukan kegiatan tersebut sendiri atau berkelompok.

  1. Why (Mengapa)

Ini merupakan pertanyaan yang jawabannya cukup panjang dan dapat bermacam-macam.

  1. When (Kapan)

Artinya, dalam melakukan kegiatan alam kita harus mengetahui waktu pelaksanaan kegiatan tersebut.

  1. How (Bagaimana)

Ini merupakan pertanyaan yang jawabannya berupa pembahasan yang lebih komprehensif dibandingkan petanyaan-pertanyaan sebelumnya. Ulasannya yaitu sebagai berikut :

  1. Bagaimana kondisi lokasi penjelajahan
  2. Bagaimana kondisi cuaca disana
  3. Bagaimana prosedur perizinannya
  4. Bagaimana mendapatkan air
  5. Bagaimana pengaturan tugas panitia
  6. Bagaimana acara akan berlangsung
  7. Bagaimana materi yang disampaikan, dan lain-lain.

Berdasarkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita bisa menyusun
rencana gegiatan yang didalamnya mencakup rincian-rincian sebagai berikut:

  1. Pemilihan medan, dengan memperhitungkan lokasi basecamp, pembagian waktu dan sebagainya.
  2. Pengurusan perizinan
  3. Pembagian tugas panitia
  4. Persiapan kebutuhan acara
  5. Kebutuhan peralatan dan perlengkapan, dan lain-lain.

Keberhasilan kegiatan di alam terbuka juga sangat dipengaruhi oleh perencanaan dan perbekalan yang tepat. Dalam merencanakan perlengkapan perjalanan yang dibutuhkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu:

  1. Mengenal jenis medan yang akan dihadapi (hutan, rawa, tebing, dan lain-lain)
  2. Menentukan tujuan perjalanan (penjelajahan, latihan, penelitian, SAR, dan lain-lain)
  3. Mengetahui lamanya perjalanan (misalnya 3 hari, seminggu, sebulan, dan sebagianya)
  4. Mengetahui keterbatasan kemampuan fisik untuk membawa beban
  5. Memperhatikan hal-hal khusus (misalnya : obat-obatan tertentu)

Setelah mengetahui hal-hal tersebut, maka kita bisa menyiapkan perlengkapan dan perbekalan yang sesuai dan selengkap mungkin, tapi beratnya tidak melebihi sepertiga berat badan (sekitar 15-20 kg), meskipun ada yang memiliki kemampuan mengangkat beban sampai 30 kg.

Perlengkapan Saat Penjelajahan

Oleh sebab itu, dalam melakukan penjelajahan agar kita benar-benar bisa “survive” atau berhasil dalam menghadapi tantangan, terdapat beberapa perlengkapan dasar dan perlengkapan pembantu yang harus kita siapkan.

Perlengkapan Dasar

Meliputi:

  1. Perlengkapan jalan, misalnya sepatu, kaos kaki, celana, ikat pinggang, baju, topi, jas hujan, dan lain-lain.
  2. Perlengkapan tidur, misalnya sleeping bag, tenda, matras dan lain-lain.
  3. Perlengkapan masak dan makan, misalnya kompor, sendok, makanan, korek dan lain-lain.
  4. Perlengkapan pribadi, misalnya jarum , benang, obat pribadi, sikat, toilet paper / tissu, dan lain-lain.
  5. Tas ransel/carrier.

Perlengkapan pembantu

Meliputi:

  1. Kompas, senter, pisau pinggang, golok tebas, Obat-obatan.
  2. Peta, busur derajat, douglass protector, pengaris, pensil dll.
  3. Alat komunikasi (Handy talky), survival kit, GPS (jika ada)
  4. Jam tangan.

Dalam menyusun (packing) perlengkapan-perlengkapan di atas ke dalam ransel, perhatikan beberapa hal berikut:

  1. Barang-barang dikelompokkan sesuai dengan jenis jenisnya.
  2. Barang-barang dimasukkan ke dalam kantong plastic.
  3. Barang-barang yang ringan dan jarang digunakan (misalnya perlengkapan tidur) diletakkan pada yang paling dalam.
  4. Barang-barang yang sering digunakan dan vital diletakkan sedekat mungkin dengan tubuh agar mudah diambil.
  5. Barang-barang yang lebih berat ditempatkan setinggi dan sedekat mungkin dengan
    badan / punggung.
  6. Buatlah checklist barang barang tersebut agar tidak ada yang ketinggalan.

Contoh Kegiatan Penjelajahan

Kegiatan penjelajahan atau lintas alam dirancang sedemikian rupa sebagai suatu bentuk kegiatan yang bisa menampung bermacam-macam keterampilan, misalnya dalam kegiatan kepramukaan, penjelajahan diramu menjadi kegiatan yang tidak menjemukan. Contoh kegiatan yang dilakukan selama penjelajahan berlangsung, diantaranya yaitu:

  1. Membaca Peta Medan / Topografi
  2. Menggunakan Kompas
  3. Membuat Peta Pita atau Peta Perjalanan
  4. Memecahkan Sandi dan Isyarat
  5. Membaca Tanda Jejak
  6. Menaksir
  7. Membuat Panorama Sket
  8. Praktek P3K/ PPGD
  9. Melintasi Halang Rintang

Nah, maka demikianlah tadi penjelasan dan ulasan lengkap yang bisa kami bagikan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian penjelajahan menurut para ahli, jenis, faktor, perlengkapan, dan contoh kegiatannya. Semoga memberikan referensi. Trimakasih,

Gambar Gravatar
Salah seorang yang menyukai olaharaga dan menulis terkait dengan bidang olahraga. Semoga tulisan saya di dosenpenjas.com ini membantu kalian semuanya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *