Pengetian Kung Fu, Sejarah, Tujuan, Teknik, dan Aturan Permainannya

Diposting pada

Pengertian Kung Fu

Secara umum, kung fu mengacu pada seni bela diri Tiongkok, juga disebut wushu dan quanfa. Di Cina, ini merujuk pada studi, pembelajaran, atau praktik apa pun yang membutuhkan kesabaran, energi, dan waktu untuk menyelesaikannya. Berdasarkan arti yang sesungguhnya, kung fu merujuk pada disiplin atau keterampilan apa pun yang dicapai melalui kerja keras dan latihan kekuatan, bukan hanya seni bela diri.

Ada banyak bentuk kungfu, yaitu Shaolin Kung Fu, Wing Chun, Tai chi, dll. Dan dipraktikkan di seluruh dunia. Setiap bentuk kungfu memiliki prinsip dan tekniknya sendiri, tetapi terkenal karena tipu daya dan kecepatannya, yang merupakan asal kata Kung Fu. Hanya pada akhir abad ke-20, istilah ini digunakan dalam kaitannya dengan seni bela diri Tiongkok oleh komunitas Tiongkok.

Kung Fu

Kung fu atau gong fu dapat didefinisikan sebagai ilmu bela diri yang berasal dari Cina. Akan tetapi, sebenarnya istilah kung fu memiliki makna yang lebih luas, yaitu sesuatu yang diperoleh dalam jangka waktu yang lama dan dengan ketekunan yang tinggi. Dengan demikian, seorang ahli masak yang hebat pun bisa dikatakan mempunyai Kung fu yang tinggi.

Pengertian Kung Fu

Kung fu adalah salah satu cabang olahraga bela diri menggunakan tangan kosong ataupun senjata, yang bisa berupa tongkat, pedang, dan sebagainya, dengan tujuan untuk mempertahankan diri, menyerang, dan juga sebagai ajang pertunjukan.

Pengertian Kung Fu Menurut Para Ahli

Adapun definisi kung fu menurut para ahli, antara lain:

Merriam-Webster

Kung fu adalah salah satu dari berbagai seni bela diri Tiongkok dan disiplin ilmu terkait yang dipraktekkan terutama untuk pertahanan diri, arti olahraga, dan pertumbuhan spiritual.

Collins Dictionary

Kung fu adalah cara pertempuran orang Cina di mana orang hanya menggunakan tangan dan kaki mereka yang telanjang.

Sejarah Kung Fu

Sejarah kung fu memiliki perintis paling awal di India selama milenium pertama, meskipun sebagian besar perkembangannya terjadi hampir secara eksklusif di Cina pada abad pertengahan. Meskipun beberapa seni bela diri Cina mendahului kung fu, sebagian besar sumber yang ada setuju bahwa kung fu itu sendiri dikembangkan dari seni bela diri India yang didasarkan pada filsafat Buddha.

Perkembangan kung fu selama berabad-abad berikutnya di berbagai bagian Cina menyebabkan banyak cabang disiplin, begitu banyak sehingga istilah “kung fu” telah mengacu pada hampir semua seni bela diri Cina. Secara historis telah menjadi salah satu seni bela diri yang paling luas, bahkan memainkan peran sentral dalam pengembangan shotokan karate.

Prekursor untuk Kung Fu

Meskipun ada seni bela diri Cina sebelum kung fu (seperti jiao di), kung fu diperkirakan berasal dari luar Cina. Sejumlah catatan sejarah dan legenda menunjukkan bahwa itu berasal dari seni bela diri di India sekitar milenium 1 Masehi.

Ada beberapa dokumen sejarah yang mengatakan bahwa biksu Budhidharma abad ke 5 hingga 6 dengan mendirikan kung fu, yang paling awal adalah manual latihan 1624 Yijin Jing (Muscle Change Classic).

Meskipun dia (secara apokrip) bukan yang pertama membawa Buddhisme ke Cina, teks-teks ini memuji dia sebagai orang pertama yang membawa seni bela diri dalam beberapa bentuk, mendirikan biara Shaolin pertama pada akhir abad ke-5 untuk mengajarkan apa yang telah dia pelajari di India.

Namun, legitimasi cerita tentang peran Bodhidharma dalam sejarah kungfu sangat diperdebatkan, seperti dibahas di bawah ini.

Asal usul Kung Fu

Sementara beberapa sumber sejarah menyarankan Bodhidharma adalah yang pertama untuk membangun dan mengembangkan kung fu di Shaolin, detail di antara legenda ini bervariasi. Yang paling populer di antara mereka menceritakan bahwa Bodhidharma bertemu dengan sekelompok biksu yang sakit di Shaolin yang tumbuh sehat secara fisik di bawah ajarannya, memicu desas-desus yang tersebar luas tentang potensi seninya.

Ada tokoh-tokoh terkait lainnya yang dipercaya melanjutkan pengembangan kungfu juga, terutama murid-murid Bodhidharma, Sengchou dan Huiguang. Namun, peran Bodhidharma dalam sejarah kungfu sangat mencurigakan.

Penulis teks paling awal yang menghubungkannya dengan asal-usul kungfu, Yijin Jing (1624), melakukan banyak kesalahan sastra dan pendidikan dalam karyanya; misalnya, membuat klaim palsu dan memasukkan karakter fiksi ke dalam narasi sejarah teks yang seharusnya. Dengan demikian, legenda mengenai peran Bodhidharma pada umumnya tidak dianggap seakurat itu.

Tidak ada angka tunggal yang tidak diragukan lagi dapat dikreditkan dengan mengembangkan kung fu. Mengabaikan legenda peran Bodhidharma, kung fu tampaknya berasal dari seni bela diri India, dikembangkan di biara Shaolin pada akhir abad ke-5 atau awal ke-6, dan memegang kehadiran yang cukup signifikan pada abad ke-6. Penyebarannya dari periode itu dan seterusnya jelas.

Pengembangan dan Penyebaran Kung Fu

Dokumen sejarah menunjukkan bahwa selama Dinasti Sui (581–618), para biksu Shaolin memiliki sistem pertempuran standar dan tingkat kehadiran militer tertentu, kemungkinan meningkatkan reputasi dan penyebaran kung fu.

Meskipun kehadiran militer mereka terbatas selama beberapa waktu setelah dinasti ini, kung fu tetap menjadi bagian sentral dari biksu Shaolin, sampai-sampai ajaran Buddha mereka diubah untuk menggabungkannya.

Selama Dinasti Ming (1368–1644), para biksu Shaolin sekali lagi wajib militer untuk pekerjaan militer, terutama dalam serangkaian pertempuran melawan bajak laut wokou pada pertengahan abad ke-16.

Dari Dinasti Sui dan seterusnya, kung fu tidak diragukan lagi membangun reputasi yang baik, mungkin sebagian karena keberhasilan biksu Shaolin dalam dinas militer. Seniman bela diri dari seluruh China melakukan perjalanan untuk belajar kung fu di Shaolin selama berbagai periode, menunjukkan seni telah mengembangkan kemasyhuran yang luas.

Tingkat popularitas dan praktik seperti itu oleh sejumlah besar master selama berabad-abad nampaknya berkontribusi pada pengembangan begitu banyak cabang yang masih ada, yang mengarah ke sejumlah besar gaya di berbagai daerah di seluruh Tiongkok.

Ajarannya bahkan dibawa ke Kepulauan Ryukyu di Okinawa modern, Jepang selama Abad Pertengahan, yang mengarah ke pengembangan shotokan karate. Penyebaran kung fu ke dalam budaya Barat adalah kejadian modern, biasanya dikaitkan dengan televisi Amerika pada 1970-an – terutama serial Kung Fu (1972-1975).

Budaya Barat melihat peningkatan minat terhadap seni bela diri selama abad ke-20, seperti yang dapat dilihat dalam adopsi kung fu dan shotokan karate, membawa sejarah kung fu dari permulaannya yang mulai berkembang di Shaolin menjadi fenomena di seluruh dunia.

Tujuan Kung Fu

Selain sebagai bentuk bela diri, kung fu juga memiliki tujuan lain, antara lain:

  1. Untuk Meditasi dan spiritual

Kung fu Shaolin awalnya tercipta karena keinginan para biksu agar lebih khusyuk dalam bermeditasi. Mereka berharap melalui berlatih kung fu, nantinya lebih mampu dalam melaksanakan ibadah mereka. Bukan bertujuan untuk menjadi ahli beladiri yang tidak terkalahkan, misalnya seperti yang kita lihat di serial-serial kungfu.

  1. Sebagai Jalan Hidup

Orang berlatih kung fu pada dasarnya bukan untuk memamerkan kekuatan mereka, apalagi bertanding dengan orang yang tidak memiliki dasar bela diri yang sama. Akan tetapi, mereka belajar kungfu karena kesenangan melakukan kungfu itu sendiri.

Dan yang tidak kalah penting adalah ketika mereka belajar kung fu, mereka menjadi seseorang yang lebih baik. Sikap disiplin, latihan keras, serta jurus-jurus yang mereka perolah dapat  mengubah mental mereka menjadi lebih tangguh dan disiplin.

  1. Sebagai Sebuah Filosofi

Kung fu didirikan bukan tanpa pemikiran di dalamnya. Bahkan apabila kita melihat sejarahnya, masing-masing aliran dalam kung fu mempunyai filosofi tersendiri, yang diterjemahkan dalam setiap jurus-jurusnya, seperti kung fu Shaolin yang didasari oleh filosofi Buddha, atau kung fu Wudang yang didasari pada filosofi Dao.

Kung fu Shaolin mengajarkan untuk selalu bersikap rendah hati dan melarang untuk menyerang lebih dulu. Berdasarkan pemikiran tersebut, tak mengherankan apanila kung fu Shaolin lebih menekankan pada gerakan mengelak dan menangkis, yang dilakukan dengan terus melatih kelenturan tubuh, serta melakukan gerakan akrobatik yang rumit.

  1. Untuk Mempermudak Kegiatan Sehari-hari

Semua aliran kung fu mementingkan ketahanan fisik tubuh.  Pelatih kung fu akan melatih tubuh para muridnya terlebih dahulu sebelum belajar jurus, karena semakin kuat tubuh, maka semakin baik pula hasil latihannya.

Di kuil Shaolin, pengajaran kung fu disesuaikan dengan kemampuan fisik muridnya. Semakin tinggi latihan, kemampuan fisik akan semakin tinggi pula, sebab murid yang baru masuk awalnya disuruh untuk melakukan tugas sehari-hari, seperti menyapu halaman, mengambil air, memasak, membunyikan lonceng/genta, dan sebagainya.

Siapapun yang mempunyai kualitas fisik dan mental seperti itu, tentunya akan lebih mudah memerintahkan tubuhnya melakukan kegiatan sehari-hari. Terlebih lagi ditambah latihan kungfu, yang menuntut seseorang untuk mengoptimalkan refleks, gerak cepat, sampai ketahanan fisik, maka hasil yang didapatkan akan lebih optimal.

  1. Untuk Kesehatan Diri

Qi atau Chi merupakan inti dari ajaran kungfu. Chi sendiri dapat diartikan sebagai sumber atau energi kehidupan. Chi terdapat di semua benda di alam semesta, dan mengalir dengan bebas. Apabila bisa mengolahnya, manusia dapat ditingkatkan kesehatannya, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

Agar dapat merasakannya, manusia harus menempa dirinya sedemikian rupa dengan latihan nafas, fisik, dan meditasi. Setelah dapat mengolah chi, dipercaya bahwa manusia bisa memperoleh  tingkat energi yang optimal dan spiritualitas yang tinggi.

Setiap latihan yang terkandung dalam kungfu mempunyai filosofi itu, yaitu untuk bersatu dengan alam, dan pada gilirannya nanti, untuk dapat mengolah chi. Oleh sebab itu, banyak filosofi dan praktek dalam kungfu juga bisa diterapkan sebagai sarana kesehatan.

Teknik Kung Fu

Berikut ini beberapa teknik dasar dalam kung fu, antara lain:

  1. Teknik Kuda-kuda

Teknik kuda-kuda merupakan teknik yang paling utama dalam latihan kung fu maupun seni bela diri lainnya, karena teknik ini sangat penting dalam mengontrol tenaga untuk melakukan gerakan yang lainnya.

  1. Teknik Tendangan

Teknik tendangan ini sejatinya merupakan teknik yang diandalakan dalam setiap seni bela diri untuk dapat mengalahkan lawan.

  1. Teknik Tangkisan

Teknik Tangkisan merupakan teknik yang digunakan dalam menangkis serangan lawan. Teknik yang satu ini dapat meningkatkan gerak refleks terhadap suatu gerakan, agar selalu waspada dalam serangan lawan sebab ketika musuh menyerang hal yang harus di kuasai adalah bertahan dan menahan tangkisan yang kuat.

  1. Teknik Tapak Budha

Teknik Tapak Budha merupakan jurus gerakan yang paling handal dalan kung fu, sehingga gerakan ini sering digunakan dan sangat terkenal di seluruh dunia kung fu.

Aturan Permaianan Kung Fu

Beberapa aturan dan regulasi dalam kung fu, yaitu:

  1. Kita harus menghargai dojo, dengan cara membungkuk ketika masuk keluar.
  2. Menghotmati instruktur. Tundukkan setiap kali kita melihat mereka, masuk atau keluar dari dojo.
  3. Loyalitas kepada klub, seni, dan instruktur.
  4. Kenakan seragam yang tepat saat latihan.
  5. Tidak makan, mengunyah, merokok di dalam dojo. Tidak berbicara, bercanda, tertawa ketika dalam sesi.
  6. Amati moralitas, bawa nama baik ke seni dan klub. Jadilah rendah hati. Jangan pamer karya seni kita.
  7. Praktekkan kesabaran, kesopanan dan keberanian. Tidak ada perdebatan, kecuali mengawasi.
  8. Siswa tidak diizinkan untuk mengajar tanpa izin dari instruktur.
  9. Lepaskan semua perhiasan selama latihan. Menghindari kuku tangan dan kaki yang panjang.

Demikianlah bahasan lengkap yang bisa kami ulaskan kepada pembaca sekalian terkait dengan materi pendidikan jasmani, khususnya pengetian kung fu menurut para ahli, sejarah, tujuan, teknik, dan aturan-aturan dalam permainannya. Trimakasih,

Gambar Gravatar
Salah seorang yang menyukai olaharaga dan menulis terkait dengan bidang olahraga. Semoga tulisan saya di dosenpenjas.com ini membantu kalian semuanya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *