Pengertian Lempar Cakram, Sejarah, Tujuan, Teknik, dan Aturan Permainannya

Diposting pada

Lempar Cakram

Lempar cakram adalah even lintasan dan lapangan (track and field) di mana seorang atlet melempar cakram yang berat dalam upaya untuk menandai jarak yang lebih jauh dari pesaing mereka. Secara historis, ini adalah arti olahraga kuno, seperti yang ditunjukkan oleh patung Myron abad ke-5 SM Discobolus. Lempar cakram merupakan salah satu even dari pentathlon Yunani kuno, yang dapat diperkirakan berasal dari setidaknya 708 SM, dan itu adalah bagian dari decathlon modern.

Terdapat beberapa teknik yang harus dikuasi oleh seorang atlet lempar cakram, salah satunya yaitu teknik memegang cakram. Atlet juga harus mematuhi peraturan dalam permaian, salah satunya yaitu pelempar tidak diizinkan meninggalkan lingkaran lempar sebelum juri mengatakan sah posisi berdirinya melalui setengah lingkaran bagian dalam.

Lempar Cakram

Lempar cakram atau discuss throw adalah disiplin atletik dengan tujuan utama melempar benda dengan berat tertentu dalam bentuk melingkar yang dikenal sebagai cakram, sejauh mungkin. Ini dianggap sebagai salah satu disiplin tertua dan dapat dipraktikkan oleh perempuan dan laki-laki.

Cakram ini dapat terbuat dari kayu atau logam, asalkan memenuhi berat dan spesifikasi teknis yang benar. Cakram yang digunakan oleh laki-laki harus memiliki berat dua kilogram dan diameter antara 219 dan 221 milimeter, pada saat yang sama ketebalannya harus antara 44 dan 46 milimeter di bagian yang rata.

Untuk wanita, cakram harus memiliki berat minimum satu kilogram dan diameternya harus antara 180 dan 182 milimeter dengan ketebalan 37 dan 39 milimeter. Pemain yang melempar, berputar di sekitar dirinya untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi dan kemudian harus melempar cakram dengan lengan dalam posisi diperpanjang dengan gerakan cepat.

Pengertian Lempar Cakram

Lempar cakram ialah suatu cabang olahraga atletik pada nomor lempar. Dalam hal tersebut atlet harus melempar cakram  sebanyak maksimal 3 kali dalam setiap  pertandingan untuk mampu mendapatkan jarak lempar terjauh  pada lapangan yang khusus digunakan untuk lempar cakram dengan serangkaian aturan yang berlaku.

Pengertian Lempar Cakram Menurut Para Ahli

Adapun definisi lempar cakram menurut para ahli, antara lain:

Encyclopedia Britannica

Lempar cakram adalah olahraga dalam atletik (lintasan dan lapangan) di mana objek berbentuk cakram, dilemparkan pada jarak tertentu. Dalam kompetisi modern, cakram harus dilemparkan dari lingkaran dengan diameter 2,5 meter (8,2 kaki) dan jatuh dalam sektor 40 ° yang ditandai di tanah dari pusat lingkaran.

Sejarah Lempar Cakram

Lempar cakram dapat ditelusuri kembali ke Yunani kuno, di mana dalam pertandingan Olimpiade, olahraga ini digunakan untuk menilai kekuatan fisik para atlet. Olahraga ini juga populer karena membutuhkan ketelitian dan koordinasi yang tinggi. Selama waktu itu diyakini sebagai salah satu acara olahraga termudah.

Beberapa bukti sejarah terkemuka menunjukkan bahwa jejak permainan ini ditemukan selama periode 708 SM. segera setelah ditambahkan ke dalam game Olympiad ke-18, game ini juga diperkenalkan ke dalam permainan pentathlon yang meliputi gulat, lari, lempar lembing, dan melompat. Menurut fakta-fakta perpustakaan digital Perseus, zaman dulu diskus terbuat dari batu, perunggu, atau besi.

Atlit modern pertama yang melempar cakram sambil memutar seluruh tubuh adalah atlet Ceko Frantisek Janda-Suk. Dia menemukan teknik ketika mempelajari posisi patung Discobolus yang terkenal. Setelah hanya satu tahun mengembangkan teknik, ia mendapatkan medali perak Olimpiade pada tahun 1900.

Pelempar AS Al Oerter adalah satu dari hanya dua atlet yang memenangkan pertandingan individu yang sama di empat Olimpiade berturut-turut, dari tahun 1956 hingga 1968. Lars Riedel dari Jerman menang lima kali di Kejuaraan Dunia IAAF, dari 1991 hingga 1997, dan kemudian lagi di tahun 2001 setelah finis ketiga pada tahun 1999.

Juara dunia Belarus 2001 Elena Zvereva adalah juara dunia tertua, dan peraih medali, dalam disiplin apa pun setelah memenangkan gelarnya pada usia 40 tahun dan 268 hari. Dia menjadi pesaing tertua di Kejuaraan Dunia IAAF ketika dia muncul di Kejuaraan Dunia 2009 di Berlin pada usia hampir 49 tahun.

Tujuan Lempar Cakram

Tujuan dari olahraga lempar cakram yaitu atlet harus melemparkan cakram yang beratnya 1-2 Kg ke udara sejauh mungkin dalam zona yang ditentukan dengan tetap berada di dalam area melingkar dengan diameter 2,5 m. Jika cakram mendarat di luar batas zona maka lemparan dianggap tidak valid.

Dalam permainan ini atlet perlu memegang cakram di tangannya dengan penempatan jari yang tepat. Dengan berdiri di zona melingkar dan menghadap ke arah tempat lempar cakram, atlet berputar di sekeliling diri untuk mendapatkan momentum dan akhirnya melempar cakram ke udara.

Teknik Lempar Cakram

Terdapat beberapa teknik dasar dalam lempar cakram yang harus dikuasai oleh seoarng atlet, antara lain:

  1. Teknik Memegang Cakram

Teknik memegang cakram merupakan teknik pertama yang harus dikuasai oleh atlet lempar cakram. Cara memegang cakram yang benar, yaitu:

  • Letakkan cakram pada telapak tangan kiri agar lebih mudah dipegang. Pemegangan menggunakan tangan kiri bermanfaat untuk pelempar kanan.
  • Letakkan tangan kanan di atas cakram bagian tengah. Buka keempat jari dengan sedikit jarang. Hal ini bermanfaat untuk menutup bagian pinggir cakram.
  • Kemudian buat peletakkan ibu jari bebas dimana saja.
  1. Teknik Awalan Lempar Cakram

Teknik yang satu dianjurkan bagi semua pelempar cakram dalam mengawali sebuah lemparan. Dengan menerapkan teknik awalan yang sempurna, maka akan menghasilkan hasil yang maksimal. Posisi badan memutar untuk mengawali leempar cakram, hal tersebut dilakukan dengan 1, 1¼ maupun 1¾ putaran. Teknik awalan berpengaruh ke pada hasil lemparannya, sehingga harus dilakukan dengan cara yang tepat, yaitu:

  • Posisikan badan berdiri ke arah samping atas lemparan. Kemudian kedua kaki dibuka selebar bahu. Usahakan kaki rileks dan tekuk sedikit.
  • Fokuskan gerakan awalan berjalan dengan baik lalu ayunkan cakram ke arah samping kanan, belakang dan kiri secara berulang ulang. Ulangi gerakan tersebut sebanyak 2 hingga 3 kali.
  • Selanjutnya putar badan. Teknik awalan seringkali terjadi kegagalan yang disebabkan oleh kurang kuatnya pegangan cakra, tidak yang tidak dilakukan dengan benar maupun tidak disertainya dengan gerakan lanjutan.
  • Selanjutnya putar badan. pegangan cakram yang kurang kuat, tidak melakukan ayunan dengan benar maupun tidak disertai dengan gerakan lanjutan merupakan hal yang seringkali mengakibatkan kegagalan dalam teknik awalan tersebut .
  • Putaran badan dilakukan dengan cepat. Putaran di bagian bawah tubuh mendahului puataran bagian atas tubuh.
  1. Teknik Melempar Cakram

Teknik melempar cakram dengan baik & benar dapat dilakukan dengan cara:

  • Tolakkan kaki kanan supaya panggul bisa diangkat keatas. Kemudian doronglah kaki kanan ke arah depan atas.
  • Condongkan badan ke arah kanan & putar ke arah kiri disertai putaran gerakan panggul ke kiri juga.
  • Tumpukan badan pada kaki kiri. Badan diposisikan ke arah lemparan penuh lalu lempar cakram ke arah depan atas.
  • Cakram dilemparkan setinggi dagu dengan sudut 90 derajat. Lemparan tersebut dilepaskan dengan putaran kearah jarum jam. Lepas cakram saat berada dimuka bahu dengan dorong menggunakan jari telunjuk.
  • Apabila lemparan cakram terjadi sebelum tercapai muka bahu maka akan mengakibatkan lemparan yang dilakukan gagal dan akan menjadikan lemparan jarak dekat serta tidak keluar didaerah yang sudah ditentukan. Namun apabila pelepasan cakram terlambat hal tersebut akan menjadikan hasil lemparannya keluar dari daerah lemparan dan hasil tidak memuaskan.
  • Cakram dilepaskan dengan posisi badan condong ke arah depan. Arahkan pandangan menuju arah lemparan.
  1. Sikap Akhir Lempar Cakram

Teknik yang satu ini merupakan teknik akhir ketika cakram telah dilemparkan. Sikap akhir yang benar dalam lempar cakram bisa dilakukan dengan cara:

  • Pindahkan kaki kanan ke depan & sedikit ditekuk. Hal tersebut untuk mencegah keluarnya badan dari daerah lingkaran. Arahkan pandangan menuju jatuhnya cakram dan letakkan kaki kiri dibelakang.
  • Posisikan badan berdiri seperti semula dan keluar dari lingkaran melewati bagian belakang. Usahakan agar tidak keluar lingkaran dengan cara berlari ataupun melompat.

Aturan Permainan Lempar Cakram

Berikut ini beberapa peraturan dalam lempar cakram, antara lain:

  1. Setiap pesaing dapat melemparkan disk tiga kali saat dia berada di babak sistem gugur dan kemudian, tiga tembakan lagi di babak final.
  2. Area di mana lemparan dibuat harus dilindungi oleh sangkar, yang ditutupi oleh jaring.
  3. Upaya harus diukur segera setelah upaya dan diukur dari tanda terdekat pada disk di dalam lingkaran.
  4. Jika disk jatuh saat berputar, itu mengakibatkan upaya yang gagal.
  5. Jika atlet menyentuh bagian atas atau luar lingkaran itu dianggap gagal.
  6. Atlet harus tetap berada di dalam lingkaran sampai disk melakukan kontak dengan tanah, jika tidak maka akan dianggap sebagai pelanggaran.
  7. Tangan harus bebas, sarung tangan atau perban tidak diperbolehkan, kecuali jika atlet mengalami cedera.
  8. Penggunaan kapur pada tangan diperbolehkan untuk meningkatkan cengkeraman disk dan tidak terlepas dari tangan peserta.
  9. Atlet hanya dapat menyentuh bagian dalam lingkaran.

Demikianlah penjelasan dan uraian yang bisa kami berikan, berkenaan dengan pengertian lempar cakram menurut para ahli, sejarah, tujuan, teknik, dan aturan dalam permainannya. Semoga bisa memberikan edukasi serta bahan bacaan untuk semuanya.

Gambar Gravatar
Salah seorang yang menyukai olaharaga dan menulis terkait dengan bidang olahraga. Semoga tulisan saya di dosenpenjas.com ini membantu kalian semuanya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *