Aturan Permainan Lontar Martil yang Harus Dipahami

Diposting pada

Peraturan Permainan Lempar Martil

Cukup menjadi pengakuan bahwa sampai saat ini lempar martil merupakan salah satu nomor yang sering diperlombakan pada event-event nasional maupun internasional.

Dimana arti olahraga ini juga semakin berkembang dan sudah masuk dalam pelajaran di suatu lembaga pendidikan atau sekolah, khususnya pendidikan jasmani. Namun sayangnya dalam kurikulum pembelajaran penjas, lempar martil tidak diajarkan prakteknya secara langsung melainkan hanya pengenalan teori dari olahraga ini, tetapi sebagai pengetahuan setidaknya ada beberapa peraturan apabila anda ingin melakukan permainan lontar martil.

Lontar Martil

Lempar martil yang juga dikenal dengan lontar martil pada dasarnya merupakan salah satu cabang olahraga dalam dunia atletik dan di sebut pula sebagai ajang kompetisi kekuatan melontarkan martil untuk mendapatkan jarak yang jauh.

Perlu juga anda ketahui lempar/lontar martil juga termasuk dari salah satu 4 nomor lempar dalam kompetisi trek dan lapangan yang bersamaan dengan;

  1. Olahraga lempar cakram
  2. Lempar lembing
  3. Tolak peluru.

Yang pasti semua jenis permainan lontar martil termasuk olahraga yang memiliki beberapa peraturan, dimana aturan tersebut wajib untuk diikuti. Tujuannya agar para pemain maupun orang-orang yang bersangkutan dalam permainan lontar martil tersebut dapat melakukan kegiatan dengan baik dan lancar

Peraturan Permainan Lontar Martil

Setidaknya, berikut ini yang menjadi peraturan dalam permainan lontar martil. Antara lain;

  1. Olahraga permainan lontar martil pada umumnya memiliki peraturan bahwa martil dapat dilontarkan dari lingkaran dengan diameter sekitar 2,135 m (7 kaki). Sebagai informasi dengan diameter yang telah ditentukan tersebut, biasanya lawan mungkin dapat menyentuh bagian dalam lingkaran lontar atau dalam istilah asing disebut Throw crycle. Namun lawan tersebut tidak dapat atau tidak boleh menyentuh bagian atas lingkaran.
  2. Pelempar martil pada olahraga ini tidak boleh menyentuh tanah yang ada di luar lingkaran lempar ketika mencoba. Selain itu pelempar tersebut juga tidak diperkenankan untuk meninggalkan lingkaran hingga palu atau martil yang dilempar sudah sampai menyentuh tanah.
  3. Lingkaran dalam permainan lontar martil harus ada, karena lingkaran tersebut terletak di dalam kandang untuk memastikan keamanan para pengamat.
  4. Lapangan lontar martil juga memiliki aturan-aturan tertentu dinataranya yaitu harus terpenuhinya fasilitas lapangan seperti lingkaran lempar, kandang pelindung, serta sektor pendaratan.
  5. Peraturan lainnya yaitu fasilitas lontar martil harus dipadu padankan dengan fasilitas olahraga lempar cakram karena keduanya merupakan satu olahraga yang termasuk kategori yang sama.
  6. Aturan lain yang harus diketahui yaitu walaupun lontar martil dan lempar cakram masih dalam satu jenis olahraga yang hampir sama. Namun dalam olahraga lontar martil ini lingkaran lontar untuk lempar martil jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan lempar cakram. Maka dari lingkaran tidak bisa sembarangan dibuat dan harus sesuai dengan aturan yang ada salah satunya yaitu permukaan akhir ke lingkaran beton sedikit lebih halus untuk lempar martil dibadingkan lempar cakram.
  7. Peraturan dalam permainan lontar martil tidak hanya terdapat pada masalah lapangan atau teknik saja yang perlu diperhatikan. Akan tetapi ada beberapa peraturan yang harus dimengerti salah satunya yaitu untuk keamanan para penonton. Oleh karena itu dalam olahraga permainan lontar martil lapangan harus dibuat dengan baik sesuai fasilitas yang memang dibutuhkan. Selain itu pastikan bahwa lapangan sudah di beri jaring untuk menjamin keamanan penonton, atlet, dan yang lain-lain.
  8. Kandangan yang sudah tentukan dalam manual di tujukan untuk dipakai dalam stadion utama yaitu pada saat kompetisi kelas tinggi ketika acara berlangsung di luar arena dengan hadirnya para penonton maupun pada saat cara berlangsung di arena.
  9. Beberapa peraturan juga menyebutkan bahwa martil yang digunakan sebagai pertandingan dalam olahraga ini yaitu harus memiliki kriteria atau syarat-syarat yang memang harus dipenuhi mulai dari bahan, bentuk dan lain sebagainya. beberapa contoh bagian-bagian martil yaitu mulai dari kepala logam, kawat, dan juga Kepala martil ini biasanya dibuat dari besi padat atau logam lain yang tidak lebih lembut dari pada kuningan. Sedangkan ada beberapa bahan lainnya seperti logam campuran yang sudah ada ketentuannya masing – masing. Bagian kawat umumnya berdiameter sekitar 3 mm, dan terbuat dari baja, serta  tidak dapat  meregang ketika  dilempar.
  10. Martil yang digunakan dalam pertandingan harus memiliki pegangan yang kaku dan juga tanpa sendi engsel apapun. Pegangan maksimal yaitu sekitar 110 mmm.
  11. Dalam pertandingan atau kompetisi internasional terbuka, tembakan pria berbobot sekitar 7,260 kg dan harus mempunyai diameter antara 110 mm dan 130 mm.
  12. Dalam pertandingan atau kompetensi internasional untuk atlet wanita, maka bobot yang digunakan yaitu sekitar 4.000 kg dengan diameter antara 95 mm dan 110 mm.

Nah, demikianlah artikel yang bisa kami uraikan pada semua pembaca berkaitan dengan peraturan dalam permainan lontar martil beserta dengan penjelasannya. Semoga memberikan referensi bagi semua kalangan yang membutuhkan.

Gambar Gravatar
Salah seorang yang menyukai olaharaga dan menulis terkait dengan bidang olahraga. Semoga tulisan saya di dosenpenjas.com ini membantu kalian semuanya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *