Teknik Permainan Lontar Martil

Diposting pada

Teknik Permainan Lontar Martil

Berbagai macam olahraga yang ada di Indonesia pada saat ini sudah begitu banyak. Bahkan tak jarang dari olahraga-olahraga tersebut masuk dalam kategori olahraga yang bisa diperlombakan mulai dari renang, sepak bola, bulu tangkis, lari, dan lontar martil.

Mungkin bagi sebagian orang masih asing mendengar istilah lontar martil. Pada dasarnya dunia olahraga yang satu ini hampir sama dengan dunia olahraga lempar lembing. Karena keduanya berada dalam satu ranah yang sama. Lontar martil juga dikenal dalam istilah asing yaitu hammer throw dimana teknik dasar dalam olahraga ini termasuk olahraga yang identik dengan pelemparan.

Lontar Martil

Sejarah olahraga lempar martil pertama kali diperlombakan pada olimpiade tahun 1900 di Paris. Lambat laun dengan perkembangnya zaman olahraga lempar martil ini juga semakin berkembang, yang awalnya merupakan pertandingan informal kemudian menjadi bagian dari permainan Highland Skotlandia pada akhir abad ke-18.

Selanjutnya pertandingan olahraga lontar martil juga semakin meluas dan tidak diperuntukan bagi kaum pria saja, melainkan para atlet wanita juga bisa melakukan lontar martil ini. Sejarah mencatat bahwa atlet wanita bisa melakukan pertandingan lontar martil dalam olimpiade yaitu pertama kali di Sydney, Australia pada tahun 2000 saat musim panas.

Teknik Lontar Martil

Berikut dibawah ini yang termasuk dalam teknik dasar permainan lontar martil. Antara lain;

  1. Posisi Awal dan Ayunan

Teknik pertama pada lontar martil yaitu memposisikan badan agar siap terlebih dahulu. Caranya yaitu dimulai dengan memegang martil pada bagian handle dengan tangan kiri kemudian ditutup dengan tangan kanan dan pastikan jika posisi kedua ibu jari menyilang.

Setelah itu anda bisa menempatkan kepala martil di atas tanah sebelah kanan atau di belakang si pelempar kemudian pelempar dapat mengayunkan martil sebagai ayunan permulaan. Sebagai informasi titik terendah dari ayunan martil yang pertama kali anda lakukan atau sebagai permulaan adalah hanya ketika martil melewati bagian kanan dan kaki kanan.

  1. Putaran dan Transisi

Teknik putaran dan transisi menggambarkan pada saat martil mencapai titik terendah pelempar mulai pivot di atas tumit tungkai kiri dan ujung telapak kaki kanan. Perhatikan bahwa putaran dibuat di atas tumit dan kaki kiri sampai menghadap ke arah depan dari lingkaran.

Selanjutnya putar kembali di atas telapak kaki bagian depan sampai kembali ke arah semula. Tubuh bagian bawah harus membawa tubuh bagian atas agar dapat bergerak ke depan, dengan tangan kiri menutup dada, dan selama tungkai bergerak, martil pun terus bergerak.

Kaki bagian kanan meninggalkan tanah pada saat kaki kiri selesai dengan gerakan tumitnya, berat badan dipindahkan ke tungkai kiri dan seterusnya.

  1. Fase Akhir

Tahap fase akhir menjelaskan bahwa beberapa saat sebelum putaran berakhir atau sebelum martil mencapai titik terendah.

Pelempar harus sudah mulai menarik martilnya, alasannya yaitu agar mempercepat jalannya martil saat bergerak ke arah bawah sekaligus untuk mempercepat gerakan kedua tangkai dalam usahayanya mempercepat putaran tubuh bagian bawah itu sendiri.

  1. Lemparan

Lemparan merupakan teknik lontar martil yang penting dan harus dipelajari dengan baik. Pada tahap ini anda dapat melakukannya dengan cara meluruskan kedua tungkai sekuat-kuanyat. Kemudian badan lebih dibusungkan lagi dengan kepala direbahkan ke arah belakang atau dengan posisi tertengadah.

Pada saat martil telah ditempatkan pada sudut trayektorinya, pelempar harus melihat ke arah lemparan. Selanutnya pelempar harus mengangkat kedua lengan di akhir gerakannya dan pandangnan kedua matanya harus fokus mengikuti jalannya martil sebelum mengganti posisi kedua tungkai.

Dasar penjelasan terkait dengan teknik dasar permainan lontar martil yang telah disebutkan. Penting dipahami bahwa untuk keselamatan dan kesehatan serta mengindari cidera yang serius usakan sebelum melakukan arti olahraga ini terlebih dulu melakukan pemanasan statis dan pemanasan dinamis.

Dimana tujuan melaukan pemanasan ialah agar badan benar-benar siap ketika akan mengikuti perlombaan dan otot-otot yang menjadi tumpuan lontar martil juga bisa maksimal kekuatannya.

Nah, itulah tadi penjelasan dan uraian yang bisa kami bagikan pada semua pembaca berkaitan dengan jenis teknik dasar permainan dalam lontar martil. Semoga memberikan khazanah pengetahuan bagi semua pembaca yang sedang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Salah seorang yang menyukai olaharaga dan menulis terkait dengan bidang olahraga. Semoga tulisan saya di dosenpenjas.com ini membantu kalian semuanya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *