Prinsip Latihan Kekuatan dalam Kebugaran Jasmani

Diposting pada

Prinsip Latihan Kekuatan dalam kebugaran jasmani

Latihan merupakan salah satu bentuk aktivitas untuk melatih dan membiasakan tubuh untuk melakukan sesuatu. Dalam arti olahraga setiap latihan harus rutin dilakukan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Latihan ini juga memiliki bermacam-macam jenis, seperti latihan kecepatan dan latihan kekuatan.

Akan tetapi yang pasti, khusus latihan kekuatan dalam kebugaran jasmani memiliki beberapa prinsip yang setidaknya harus diketahui. Alasannya karena prinsip yang harus dijalankan untuk mendukung program latihan kekuatan berjalan dengan maksimal.

Latihan Kekuatan

Latihan kekuatan adalah serangkaian akivitas yang dilakukan untuk melatih kekuatan. Meski kekuatan dan kecepatan saling berpengaruh satu sama lain. Kecepatan tidak akan dapat terwujud jika tubuh tidak memiliki tingkat kekuatan tinggi.

Dalam arti ini tentusaja memberikan ulasan bahwa latihan kecepatan dan kekuatan juga dapat dilakukan secara bersamaan. Dimana keduanya memiliki peran dalam meningkatkan produktivitas manusia. Semakin produktif manusia akan semakin baik kualitas diri dan hidupnya.

Adapun jikalau terkait dengan olahraga khususnya kebugaran jasmani, latihan kecepatan dan kekuatan biasanya dilakuka sebelum  melakukan olahraga berat. Hal tersebut memiliki dampat baik bagi berjalannya aktivitas olahraga berat baik untuk latihan semata maupun untuk kegiatan turnamen.

Prinsip Latihan Kekuatan

Dalam melaukan berbagai latihan kekuatan jug memiliki prinsip-prinsip latihan, antara lain:

  1. Frekuensi latihan

Frekuensi latihan merupakan lamanya waktu yang diperlukan untuk melakukan lathan. Prinsip frekuensi dalam latihan kekuatan harus diperhatikan untuk menghindari cedera pada tubuh.

Latihan kekuatan tidak hanya membentuk tubuh yang kuat tetapi juga menciptakan bentuk tubuh yang kekar atau seringkali disebut dengan tubuh atletis. Prinsip frekuensi memberikan batasan kepada siapa saja yang akan melakukan latihan kekuatan. Batasan dalam hal ni berupa batasan seberapa lama tubuh dapat menerima pola latihan yang dilakukan.

Semakin sering berlatih, frekuensi latihan akan semakin meningkat. Semakin meningkatnya frekuensi latihan, akan semakin besar pula kekuatan yang dimiliki tubuh. Kuncinya adalah rajin berlatih.

  1. Pengaturan latihan

Pengaturan latihan maksudnya adalah program latihan harus direncanakan dengnan baik. Hal tersebut untuk mengelompokan dan menyesuaikan jenis-jenis latihan otot dengan jenis otot yang menjadi fokus utama latihan kekuatan.

Kelompok otot besar harus dilatih terlebih dahulu sebelum melakukan latihan kekuatan untuk otot kecil. Hal tersebut karena kelompok otot kecil lebih mudah lelah dibanding dengan kelompok otot besar.

Menyusun program latihan untuk kekuatan harus diatur sedemikian rupa dengan tujuan agar otot-otot yang sama tidak dilatih dengan dua pola latihan yang sama. Hal tersebut dilakuakn juga untuk memberikan kepada otot untuk beristirahat.

  1. Kuantitas latihan

Kuantitas latihan kekuatan adalah jumlah beban selama melakukan latihan. Prinsip kuantitas harus diperhatikan untuk melihat kemampaun dan perkembangan tubuh dari hari ke hari selama rutin melakukan latihan kekuatan.

Kesalahan jumlah beban pada latihan kekuatan dapat berpengaruh buruk terhadap perkembangan tubuh. Prinsip kuantitas juga harus disesuaikan dengan program latihan dan tujuan melakukan latihan kekuata.

  1. Repetisi latihan

Prinsip repetisi harus dilakukan mengingat bahwa seauatu yang baik tidak didapatkan secara spontan. Melakukan latihan kekeuatan harus tetap memperhatikan prinsip repetisi. Prinsip repetisi ini memiliki kelebihan untuk melatih otot-otot tubuh mudah menyesuaikan dengan beban berat.

Namun sebenarnya prinsip ini juga memiliki sedikit kelemahan, yaitu membutuhkan jangka waktu yang panjang untuk dapat mencapai tujuan yang hendak dicapai dalam melakukan laihan kekuatan.

  1. Beban berlebih

Kekuatan otot perlu diberikan beban sedikit lebih banyak daripada kemampuannya. Hal tersebut agar otot dapat beradaptasi dengan baik dan terbiasa melakukan beban sedikit lebih berat diatas batas kemampuannya.

Hal tersebut secara tidak langsung juga dapat meningkatkan kemampuan tubuh lebih cepat. Peningkatan beban yang dilakuakn apabila menggunakan prinsip beban berlebih adalah peningktan beban yang diberikan haruslah lebih tinggi dibanding dengan beban yan sebelumnya.

  1. Kekhususan

Sama seperti prinsip dalam latihan kecepatan, latihan kekuatan juga harus memiliki prinsip kekhususan. Prinsip ini menekankan pada berat beban yang diberikan disesuikan dengan ujuan yanghendak dicapai. Masing-masing cabang olahraga memiliki standar kemampuan masing-masing, sehingga prinsip kekhususan penting dalam melakuan latihan kekuatan.

Itulah saja artikel yang bisa dikemukakan pada semua kalangan berkenaan dengan prinsip melakukan latihan kekuatan yang harus ada.

Gambar Gravatar
Salah seorang yang menyukai olaharaga dan menulis terkait dengan bidang olahraga. Semoga tulisan saya di dosenpenjas.com ini membantu kalian semuanya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *