Pengertian Renang, Sejarah, Tujuan, Teknik, dan Aturan Permainannya

Diposting pada

Renang Adalah

Berenang, dalam rekreasi dan olahraga, adalah dorongan tubuh melalui air dengan menggabungkan gerakan lengan dan kaki serta pengapungan alami tubuh. Berenang sebagai arti olahraga populer sebagai pengembang tubuh serba bisa dan sangat berguna dalam terapi dan sebagai olahraga untuk orang-orang cacat fisik. Itu juga diajarkan untuk tujuan menyelamatkan nyawa. Orang bisa berenang di laut, kolam renang, sungai dan danau.

Ada beberapa gaya berenang, yang dikenal sebagai “stroke”, termasuk: gaya dada, gaya bebas, kupu-kupu, dan gaya punggung adalah beberapa di antaranya. Banyak sekolah menggunakan renang sebagai pelatihan fisik. Sama halnya seperti jenis olahraga lainnya, dalam berenang juga dibutuhkan teknik-teknik dasar, misalnya teknik pernafasan. Selain teknik, apabila kita mengikuti lomba renang terdapat peraturan-peraturan yang harus kita patuhi.

Renang

Berenang adalah olahraga balap individu atau tim yang membutuhkan penggunaan seluruh tubuh seseorang untuk bergerak melalui air. Olahraga ini berlangsung di kolam renang atau perairan terbuka (mis., Di laut atau danau).

Ada beberapa gaya dalam berenang, diantaranya yaitu:

  1. Gaya Perayapan Depan: Teknik tercepat dan paling efisien; juga disebut gaya bebas, karena perenang menggunakannya dalam even gaya bebas.
  2. Gaya Punggung: Hanya pukulan yang berayun di punggung dengan perenang yang melihat ke atas; menggunakan tendangan bergetar yang sama saat merangkak.
  3. Gaya Dada: Salah satu gaya termudah dan paling santai untuk pemula; perenang yang kompetitif merasa sulit karena menggunakan lebih banyak energi ketika berenang dengan cepat.
  4. Gaya Kupu-kupu: Kuat dan cepat; mengandalkan teknik yang baik; menggunakan tendangan lumba-lumba; pukulan tersulit dan paling tidak populer.

Pengertian Renang

Renang adalah upaya untuk menggerakkan (mengapungkan atau mengangkat) semua bagian tubuh ke atas permukaan air. Ini merupakan cabang olahraga yang menggunakan anggota tubuh terutama bagian tangan dan kaki untuk bergerak di dalam air.

Pengertian Renang Menurut Para Ahli

Adapun definisi renang menurut para ahli, antara lain:

Kasiyo Dwijowinoto (1979)

Renang ialah salah satu cabang olahraga yang bisa diajarkan kepada anak- anak dan dewasa, bahkan bayi umur beberapa bulan sudah bisa mulai diajari renang.

Arma Abdoelah (1981)

Renang dapat didefinisikan sebagai suatu jenis olahraga yang dilakukan di air, baik di air tawar maupuan di air asin atau laut.

Muhajir (2004)

Renang dapat didefinisikan sebagai olahraga yang menyehatkan sebab hampir seluruh otot tubuh bergerak sehingga otot berkembang pesat dan kekuatan perenang meningkat.

Budiningsih (2010)

Renang dapat didefinisikan sebagai salah satu olahraga air yang dilakukan dengan menggerakkan badan di air, seperti menggunakan kaki dan tangan sehingga tubuh terapung di permukaan air.

Sejarah Renang

Berenang adalah kegiatan kuno yang telah terjadi sejak air dan manusia ada di bumi. Gambar prasejarah yang berasal dari bagian barat daya Mesir menunjukkan dokumentasi asli orang yang berenang. Gambar-gambar itu kelihatannya menunjukkan gaya dada atau gaya anjing, tetapi ini mungkin lebih ritualistik daripada apa pun.

Secara kuno, berenang tentu perlu dilakukan sebab itu dibutuhkan untuk bisa bertahan hidup. Apakah orang perlu menyeberang sungai ke tempat yang aman di sisi lain atau sekadar tahu cara menapak air untuk mencegah tenggelam, berenang sudah pasti dilakukan sejak zaman dahulu.

Berikut adalah sejarah berenang dalam arti kompetitif seperti yang dikenal saat ini.

Mengenali Renang

Inggris diakui sebagai negara pertama yang berpartisipasi dalam even renang sebagai rekreasi dan olahraga kompetitif. Pada tahun 1837, kompetisi renang diadakan di London. National Swimming Society di Inggris menyelenggarakan kompetisi yang popularitasnya tumbuh dengan cepat.

Kolam renang indoor pertama dalam sejarah renang dibangun pada tahun 1862 di Inggris. Segera, lebih banyak kolam dibangun dan organisasi renang lain didirikan pada tahun 1880. Itu dikenal sebagai Asosiasi Renang Amatir Britania Raya, sebuah organisasi dengan lebih dari 300 klub anggota. Gaya renang utama yang digunakan dalam kompetisi adalah gaya dada dan gaya gerak samping yang baru dikembangkan.

Memasuki Olimpiade

Renang dimasukkan ke dalam Olimpiade pada tahun 1896. Tapi saat itu, olahraga yang satu ini hanya untuk pria. Mereka melakukan kompetisi pada kategori Freestyle 100 meter dan 1500 meter. Ini dilakukan di perairan terbuka. Lebih banyak acara Olimpiade segera ditambahkan selama sejarah renang, termasuk gaya dada, gaya punggung, kupu-kupu, dan gaya ganti perorangan.

Barulah pada tahun 1912 renang untuk wanita memulai debutnya. Saat ini ada 16 perlombaan yang diadakan untuk pria dan wanita, dengan total seluruhnya 32 pada setiap Olimpiade Musim Panas. Olimpiade Khusus juga memiliki 22 kategori renang untuk pria dan wanita, total semuanya ada 44.

Memodifikasi untuk kecepatan

Modifikasi dalam teknik berenang terjadi antara tahun 1935 dan 1945. Pada tahun tersebut, berbagai negara mengubah cara mereka mencapai gaya punggung dan gaya dada. Ini terjadi antara 1935 dan 1945 hingga 1950-an, menciptakan kontroversi di Olimpiade. Sekitar waktu yang sama, terjadinya perang menuntut pengurangan kain untuk membuat pakaian renang.

Teknik untuk memenangkan medali emas pada olimpiade renang berubah pada saat itu sebab perenang membutuhkan lebih banyak waktu di bawah air untuk mendapatkan keuntungan kecepatan. Ini adalah teknik yang masih digunakan hingga kini.

Tujuan Renang

Ketika berenang semua otot bekerja secara bersamaan. Ini bebas dampak. Itu juga membangun stamina. Tujuan dari renang kompetitif adalah untuk meningkatkan kecepatan, dan untuk mengalahkan pesaing lain dalam acara-acara.

Berenang bisa memberikan beragam manfaat bagi tubuh kita, diantaranya yaitu:

  1. Berenang meningkatkan kekuatan otot

Perenang mendapatkan kekuatan otot di seluruh tubuh. Di mana pelari melihat otot terbentuk di kaki mereka, perenang memanfaatkan lebih banyak kelompok otot untuk bergerak melalui air. Saat kaki menendang, lengan ditarik.

Saat punggung mencapai dan berputar, perut mengencang untuk memberi daya pada kaki dan menstabilkan inti, menjadikan berenang salah satu latihan aerobik terbaik untuk memberi kita latihan tubuh secara total.

  1. Berenang membentuk massa tulang

Selama bertahun-tahun, para peneliti mengejek gagasan bahwa berenang mempengaruhi massa tulang. Lagi pula, hanya latihan menahan beban yang dapat mencapai manfaat ini, bukan? Tidak menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Physiology.

Karena ada alasan etis untuk menghindari pemeriksaan tulang yang mendalam pada manusia, penelitian ini menempatkan tikus menjadi tiga kelompok: berlari, berenang, dan kelompok kontrol tanpa stimulasi olahraga.

Sementara berlari masih menunjukkan peningkatan tertinggi dalam BMD (Bone Mineral Density), kelompok renang juga menunjukkan manfaat dibandingkan kelompok kontrol baik dalam BMD maupun berat tulang femoralis.

  1. Berenang mengurangi peradangan

Sementara manfaat kardiovaskular renang untuk memperkuat otot jantung adalah pengetahuan umum, penelitian juga menunjukkan aktivitas aerobik, seperti berenang ternyata bisa mengurangi peradangan yang mengarah pada aterosklerosis menumpuk di jantung.

Mengurangi peradangan di seluruh sistem menyebabkan berkurangnya perkembangan penyakit di banyak daerah lain juga, jadi berharap untuk mendengar lebih banyak manfaat saat penelitian berlangsung.

  1. Membakar kalori

Semua orang tahu bahwa berenang adalah cara yang bagus untuk membakar kalori, tetapi sebagian besar tidak menyadari itu bisa seefisien melompat di atas treadmill. Bergantung pada gaya yang kita pilih dan intensitas kita, berenang dapat membakar kalori yang sama atau lebih besar daripada berlari.

  1. Berenang menurunkan stres dan depresi

Berenang dapat membawa semua emosi perasaan senang. Selain hormon bahagia, kita juga bisa merasakan respons relaksasi yang mirip dengan yoga. Berenang meregangkan tubuh kita secara konstan.

Kombinasikan ini dengan pernapasan berirama yang dalam, dan kita dapat mengalami  relaksasi yang sangat unik untuk olahraga ini. Berenang juga menenangkan dan meditatif, karena suara napas dan air yang mengalir deras membantu kita fokus ke dalam dan menenggelamkan semua gangguan lainnya.

Ini menurunkan stres dan depresi secara alami. Penelitian juga menunjukkan bahwa berenang dapat membalikkan kerusakan otak dari stres melalui proses yang disebut neurogenesis hippocampal.

Teknik Dasar Renang

Dalam berenang terdapat beberapa teknik dasar yang perlu kita kuasai, yaitu pernapasan, mengapung, dan meluncur. Berikut penjelasannya:

  1. Teknik Pernapasan

Kemampuan mengatur napas merupakan kunci keberhasilan seorang perenang. Kemampuan ini bisa dilatih, caranya yaitu masuklah ke dalam kolam yang tidak terlalu dalam, misalnya se-dada. Berdirilah di tepi kolam dengan wajah tetap dipermukaan air.

Tarik napas melalui mulut dan tahan selama beberapa saat. Masukkan kepala ke dalam air, kemudian hembuskan napas melaui hidung. Latihan pernapasan ini sebaiknya dilakukan sebanyak 10-15 kali setiap selesai melakukan gerakan atau latihan. Ulangi latihan tersebut secara rutin sampai kita menemukan irama sendiri.

  1. Teknik Mengapung?Mengambang

Kunci untuk belajar mengapung atau mengambang ialah tubuh harus rileks dan tidak panik. Terdapat dua posisi mengapung dalam berenang yang harus kita kuasai, yaitu mengapung/mengambang dalam posisi telentang dan mengapung/mengambang dalam posisi berdiri.

Untuk posisi mengapung telentang, berdirilah dengan kaki menginjak dasar kolam dan kepala menghadap ke atas. Pegang bagian tepi kolam, kemudian tarik badan ke belakang secara perlahan dengan posisi tangan lurus sampai telinga terendam air. Lakukan hal ini 10–15 kali sampai kita menemukan posisi seimbang yang pas.

Sedangkan untuk posisi mengapung berdiri bisa dilakukan dengan cara menyelam ke dalam air sambil tangan tetap berpegangan pada tepi kolam. Tarik napas dalam-dalam dan tahan, kemudian dorong badan kita menjauhi kolam sambil menggerakkan kaki seperti ketika berenang gaya dada dan tangan seperti ayam mengepakkan sayap.

  1. Teknik Meluncur

Meluncur merupakan menggerakkan tubuh secara horizontal di bawah permukaan air. Untuk melakukan gerakan yang satu ini, turunlah ke kolam yang dangkal dan berdirilah dengan membelakangi dinding kolam. Kemudian tempelkan salah satu telapak kaki ke dinding tepi kolam dengan jari-jari ke arah bawah sebagai tolakan untuk meluncur.

Doronglah badan menggunakan kaki tersebut, kemudian meluncurlah sejauh mungkin dengan kedua tangan yang posisinya lurus sejajar ke arah depan. Usahakan agar posisi kepala masuk ke dalam air sehingga telinga bisa sejajar dengan lengan. Lakukan latihan ini sebanyak 10 hingga 15 kali hingga kita menemukan keseimbangan.

Aturan Permainan Renang

Selain mengetahui serta memahami teknik-teknik dasar dalam berenang, terdapat beberapa peraturan yang juga penting untuk kita ketahui dan wajib kita taati dalam perlombaan renang, dan apabila peraturan tersebut dilanggar, perenang yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi. Peraturan renang meliputi:

  1. Ketika perlombaan akan dimulai, wasit start akan meniup peluit panjang sebagai aba-aba bagi para perenang untuk naik ke balok Ini berlaku untuk renang dengan gaya dada, bebas, dan kupu-kupu). Sedangkan untuk renang dengan gaya punggung, perenang bersiap di dalam air dengan badan menghadap dinding kolam.
  2. Perenang harus berada dalam posisi start setelah wasit start memberikan aba-aba “siap”. Start dianggap tidak sah apabila ada peserta yang melompat lebih dahulu sebelum ada aba-aba.
  3. Posisi start untuk nomor renang yang dimulai dari atas balok start yaitu badan membungkuk ke arah air dengan lutut sedikit ditekuk. Untuk renang yang menggunakan gaya punggung, perenang memegang pegangan besi pada balok start, dengan posisi kaki bertumpu pada dinding kolam dengan lutut ditekuk di antara dua lengan.
  4. Perenang boleh mulai melompat saat pistol start sudah ditembakkan.
  5. Perenang harus tetap berada pada lintasannya masing-masing sesuai hasil undian atau keputusan panitia lomba.
  6. Perenang tidak boleh mengganggu peserta lain dengan cara memotong lintasan atau cara lain yang menyebabkan pelanggaran.
  7. Apabila terjadi pelanggaran yang dapat mengancam kesempatan seorang peserta untuk menang, maka ketua pertandingan memiliki kekuasaan untuk memberikan izin kepada peserta tersebut mengikuti lomba kembali pada babak berikutnya.
  8. Untuk semua nomor pertandingan, perenang harus menyentuh ujung kolam saat berbalik. Pembalikan tersebut harus dilakukan dari dinding dan perenang tidak diperbolehkan mengambil langkah dari dasar kolam.
  9. Berdiri di dasar kolam ketika perlombaan berlangsung tidak akan menyebabkan peserta mengalami diskualifikasi, kecuali jika berjalan.
  10. Peserta yang berenang sendiri saja harus menyelesaikan seluruh jarak renangnya lebih dahulu sebelum dinyatakan menang.
  11. Untuk lomba renang estafet, urutan gayanya adalah gaya punggung, gaya dada, gaya kupu-kupu, lalu gaya bebas.
  12. Dalam lomba renang estafet, sebuah regu bisa didiskualifikasi apabila ada perenang yang kakinya terlepas dari tempat start sebelum peserta yang terdahulu menyentuh dinding kolam, kecuali apabila perenang yang melakukan kesalahan itu kembali ke tempat start dan cukup pada dinding.
  13. Masing-masing peserta lomba renang harus menyelesaikan perlombaan di lintasan yang sama dengan ketika start.

Demikianlah serangkain penjelasan dan pengulasan yang bisa kami berikan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian renang menurut para ahli, sejarah, tujuan, teknik, dan aturan permainannya. Semoga melalui artikel ini memberikan wawasan dan menjadi referensi yang mendalam. Trimakasih,

Gambar Gravatar
Salah seorang yang menyukai olaharaga dan menulis terkait dengan bidang olahraga. Semoga tulisan saya di dosenpenjas.com ini membantu kalian semuanya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *