Pengertian Kebakaran, Macam, Dampak, Cara Mencegah, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Kebakaran

Kebakaran dapat mulai dalam sekejap dan terus mengamuk sampai sumber bahan bakarnya habis, menghancurkan rumah dan properti, menyebabkan cedera dan merenggut nyawa dalam hitungan detik. Menurut National Fire Protection Association (NFPA), pemadam kebakaran merespons lebih dari 350.000 kebakaran rumah di seluruh negeri, yang menyebabkan kerusakan langsung hampir $ 7 miliar.

Jauh lebih tragis daripada perusakan harta benda, adalah lebih dari 2.500 kematian akibat kebakaran sipil dan 12.300 luka-luka warga sipil setiap tahunnya. Untuk mencegah kerugian akibat kebakaran yang menghancurkan, penting untuk memiliki pemahaman dasar tentang jenis-jenis kebakaran, bagaimana kebakaran membakar, dan bahaya terkait yang harus diwaspadai.

Kebakaran

Api dapat menghancurkan rumah dan semua harta benda, bahkan dalam waktu kurang dari satu jam, dan itu dapat mengurangi seluruh hutan menjadi tumpukan abu dan kayu hangus. Ini juga senjata yang menakutkan, dengan kekuatan penghancur yang hampir tak terbatas. Api membunuh lebih banyak orang setiap tahun daripada kekuatan alam lainnya melalui terjadinya kebakaran.

Tetapi pada saat yang sama, api sangat membantu. Ini memberi manusia bentuk pertama dari cahaya portabel dan panas. Itu juga memberi kami kemampuan untuk memasak makanan, menempa alat-alat logam, membentuk tembikar, mengeraskan bata, dan menggerakkan pembangkit listrik.

Pengertian Kebakaran

Kebakaran dapat didefinisikan sebagai terjadinya reaksi oksidasi eksotermis yang berlangsung dengan cepat dari suatu bahan bakar yang disertai dengan timbulnya api/penyalaan.

Bagaimana Api Bisa Membakar?

Api membutuhkan tiga elemen untuk menyala dan terus menyala:

  1. Bahan bakar dalam jumlah yang cukup. Bahan bakar tersebut bisa berupa bahan padat, cair atau uap /gas.
  2. Zat pengoksidasi/oksigen dalam jumlah yang cukup.
  3. Sumber nyala yang cukup untuk menyebabkan kebakaran

Tingkat panas yang fatal bukan satu-satunya bahaya kebakaran. Selama kebakaran di rumah, ada peningkatan gas karbon monoksida dan karbon dioksida serta tingkat kerusakan bahan kimia dan iritasi termal. Iritasi ini secara permanen dapat merusak sistem pernapasan seseorang atau hewan dan menyebabkan kematian.

Karbon monoksida adalah hasil kimia dari sumber bahan bakar yang terbakar secara tidak sempurna seperti bensin, kayu dan minyak. Tanda-tanda awal keracunan karbon monoksida termasuk sakit kepala, pusing, kelemahan dan kebingungan.

Tingginya kadar karbon monoksida dapat menyebabkan hilangnya kesadaran dan kematian. Peningkatan kadar karbon monoksida dapat membuat lebih sulit bagi orang untuk keluar dari api. Karbon dioksida dibuat dari reaksi kimia yang terjadi selama kebakaran. Jika dihadapkan pada kondisi gas karbon dioksida yang terlalu banyak, individu sering mengalami masalah pernapasan.

Menghirup asap dapat mengiritasi selaput lendir dan lapisan saluran pernapasan, dan dapat menyebabkan kesulitan bernapas, pembengkakan, atau kolapsnya jalan napas. Iritasi kimia yang sering ditemukan dalam asap meliputi sulfur dioksida, amonia, hidrogen klorida, dan klorin.

Pengertian Kebakaran Menurut Para Ahli

Adapun definsi kebakaran menurut para ahli, antara lain:

Standar Nasional Indonesia (SNI)

Kebakaran dapat didefinisikan sebagai fenomena yang terjadi ketika suatu bahan mencapai temperatur kritis dan bereaksi secara kimia dengan oksigen (sebagai contoh) yang menghasilkan panas, nyala api, cahayaa, asap, uap air, karbon monoksida, karbondioksida, atau produk dan efek lain.

Ramli (2010)

Kebakaran dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi ketika api tidak terkendali artinya diluar kemampuan dan keinginan manusia.

Macam Kebakaran

Secara umum, kebakaran diklasifikasikan menjadi 4 kategori, yaitu:

  1. Kelas A

Kebakaran kelas A adalah kebakaran yang bersumber dari bahan padat biasa yang mudah terbakar. Misalnya yaitu kayu kering, kertas, karet, plastik, dan lain sebagainya.

  1. Kelas B

Kebakaran kelas B adalah kebakaran yang bersumber dari bahan cair dan gas yang mudah menyala apabila terkena api. Misalnya yaitu bensin, solar, thinner, gas elpiji, dan lain sebagainya.

  1. Kelas C

Kebakaran kelas C adalah kebakaran yang bersumber dari hubungan arus pendek atau kelistrikan. Misalnya yaitu generator listrik, pemasangan kabel yang tidak tepat, dan sebagainya.

  1. Kelas D

Kebakaran kelas D adalah kebakaran yang disebabkan oleh terbakarnya benda logam. Misalnya yaitu magnesium, potassium, lithium, dan lain-lain.

Dampak Kebakaran

Secara umum, terjadinya kebakaran membawa beragam dampak negatif, antara lain:

Terhadap Gangguan Kesehatan 

Hal yang pertama akan muncul ketika terjadi kebakaran yaitu kepulan asap tebal menutup seluruh angkasa. Gas karbon monoksida, karbon dioksida, nitrogen oksida dengan banyak partikel seperti nikel dan krom menjadi masalah yang sangat serius mengancam kesehatan. Masalah kesehatan tersebut meliputi:

  • Gangguan penglihatan, karena penglihatan akan tertutup oleh kepulan asap yang terus membumbung. Kondisi tersebut dapat menyebabkan terganggunya aktivitas warga yang berada jauh dari lokasi kejadian.

Bagi warga yang berada di sekitar lokasi, aktivitasnya lumpuh total. Yang lebih parah lagi adalah terjadinya resiko kecelakaan karena berkurangnya jarak pandang akibat tertutup asap. 

  • Sesak nafas dan penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan) juga termasuk salah satu dampak yang ditimbulkan karena kebakaran. Bukan hanya penglihatan yang terganggu,  kesehatan warga secara bertubi-tubi juga akan mengalami penurunan. Masalah kesehatan yang beresiko muncul seperti sesak nafas dan penyakit ISPA lainnya.

Penyakit tersebut disebabkan karena banyaknya abu hasil kebakaran hutan yang tertiup angina, kemudian terhirup bersamaan dengan hirupan gas oksigen saat bernafas. Debu tersebut lama-kelamaan akan terakumulasi dalam sistem pernafasan dan mengakibatkan masalah mulai dari hidung sampai dengan paru-paru.

  • Iritasi kulit dan alergi juga termasuk dampak yang bisa ditimbulkan karena kebakaran, karena bermacam-macam zat kimia berhamburan di udara bebas. Hal itu menciptakan permasalahan yang tidak kunjung henti meski kebakaran telah berhenti.

Terhadap Perubahan Sosial 

Dampak kebakaran terhadap kondisi sosial misalnya kebakaran dapat merusak pemukiman. Api yang terus membesar jika tidak segera ditangani akan menyebabkan kebakaran merambah dengan cepat. Kerugian yang mungkin dialami oleh korban bisa dalam bentuk:

  1. Kerugian Material : kerugian materi menjadi jelas terlihat untuk kerusakan fisik yang terjadi. Tidak terhitung banyaknya kerugian akibat lumpuhnya roda perekonomian.
  2. Korban Jiwa: kerugian dalam segi korban jiwa mengancam dalam musibah kebakaran hutan. Musnahnya flora fauna dan korban meninggalnya manusia.

Terhadap Musnahnya Flora Dan Fauna 

Kebakaran sering dikaitkan dengan dampak negatif terhadap lingkungan. Kita biasanya memikirkan kerusakan yang diakibatkan oleh kebakaran terhadap satwa liar dan tumbuh-tumbuhan, tetapi peristiwa kebakaran juga dapat bermanfaat bagi satwa dan tumbuhan pula, misalnya:

  1. Memanaskan tanah, memecahkan mantel biji dan memicu perkecambahan.
  2. Memicu polong biji kayu yang dipegang di kanopi untuk membuka, melepaskan benih ke tempat abu yang segar dan subur.
  3. Membersihkan tumbuhan bawah yang tebal mengurangi kompetisi untuk tumbuhnya bibit.
  4. Menciptakan lubang di kayu dan pohon yang dapat digunakan oleh hewan untuk bersarang dan berlindung.

Meskipun demikian, banyak pula dampak negatif yang ditimbulkan karena terjadinya kebakaran hutan, antara lain:

  1. Membakar dan merusak komunitas tumbuh-tumbuhan, seperti hutan hujan yang membutuhkan ratusan tahun untuk pulih.
  2. Membunuh atau melukai tanaman atau hewan secara individu.
  3. Menyebabkan erosi dan sedimentasi sungai dan lahan basah berikutnya.
  4. Membuka area untuk dampak dari gulma dan invasi hewan liar serta akses manusia dan perusakan.

Cara Mencegah Kebakaran

Terdapat beberapa hal yang perlu kita ketahui untuk mencegah terjadinya kebakaran/peledakan, yaitu:

  1. Sifat-sifat dan bahan-bahan yang dapat terbakar dan meledak
  2. Proses terjadinya kebakaran dan peledakan
  3. Tata cara penanganan dalam upaya mengurangi kemungkinanterjadinya bahaya kebakaran dan peledakan

Contoh Peristiwa Kebakaran

Salah satu contoh terjadinya peristiwa kebakaran adalah kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera. Berdasar data dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) hingga Senin, 16 September 2019, pukul 16.00 WIB, titik panas ditemukan di Riau sebanyak 58, Jambi (62), Sumatera Selatan (115), Kalimantan Barat (384), Kalimantan Tengah (513) dan Kalimantan Selatan (178).

Kebakaran hutan itu tentunya membawa dampak yang merugikan bagi warga, yaitu tebalnya asap yang mengganggu sistem pernafasan. Warga di wilayah yang terdampak seolah-olah dikurung dalam ruangan tertutup bersama tungku kayu bakar yang menyala.

Hal itu juga berdampak pada kelancaran sistem transportasi, misalnya Garuda Indonesia mengumumkan pembatalan jadwal 15 penerbangan pada 16, 17, 18 dan 19 September 2019 karena dampak kabut asap di Pulau Kalimantan.

Itulah tadi serangkain penjelasan dan pengulasan yang bisa kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian kebakaran menurut para ahli, macam, dampak, cara mencegah, dan contoh kejadiannya. Semoga memberikan wawasan dan pengetahuan. Trimakasih,

Gambar Gravatar
Salah seorang yang menyukai olaharaga dan menulis terkait dengan bidang olahraga. Semoga tulisan saya di dosenpenjas.com ini membantu kalian semuanya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *