Pengertian Lontar Martil, Sejarah, Tujuan, Teknik, dan Aturan Permainannya

Diposting pada

Lontar Martil Adalah

Lontar martil adalah olahraga untuk arti atletik dalam even lintaan dan lapangan (track and field) yang populer di mana atlet harus melemparkan benda bulat berat ke jarak yang ditentukan, dengan memutarnya di udara dengan bantuan kawat atau tali yang melekat padanya. Lontar martil termasuk olahraga yang membutuhkan kekuatan, keseimbangan, dan proyeksi.

Terlepas dari kekuatan fisik yang berat, itu membutuhkan koordinasi kerja kaki yang sangat baik. Secara historis, sejak 1900, ini adalah bagian dari Pertandingan Olimpiade dalam kategori pria. Pada tahun 1995, barulah diperkenalkan pula kategori lontar martil untuk kategori wanita. Asosiasi Federasi Atletik Internasional (IAAF) adalah badan pengelola olahraga ini.

Lontar Martil

Lemparan martil adalah salah satu dari empat acara lempar dalam kompetisi lintasan dan lapangan reguler, bersama dengan lemparan cakram, lempar peluru dan lempar lembing. Martil yang digunakan dalam olahraga ini berupa bola logam yang diberi peganagn kawat baja.

Karakteristik martil yang digunakan, yaitu:

  1. Berupa bola logam dengan bobot berbeda untuk wanita dan pria.
  2. Memiliki pegangan.
  3. Kepala martil harus memiliki diameter 110 hingga 130 milimeter.
  4. Pusat gravitasi palu harus enam milimeter dari pusat dan disatukan oleh rantai atau kawat.
  5. Pegangannya berbentuk seperti segitiga.

Latihan kekuatan atlet, keseimbangan, dan waktu lemparan sangat penting dalam olahraga yang satu ini. Jika atlet naik atau meninggalkan lingkaran, tembakan akan meleset atau jika palu jatuh dari sektor 40 ° yang ditandai di lapangan dari pusat lingkaran.

Untuk mengukur lemparan setelah bola dilemparkan, bola harus jatuh ke sektor 40 derajat dan atlet tidak boleh meninggalkan lingkaran sebelum palu menyentuh tanah. Atlet tersebut biasanya melakukan tiga atau empat putaran sebelum melepaskan bola. Atlet biasanya melempar empat atau enam kali per kompetisi. Dalam hal seri, pemenang akan menjadi atlet dengan jarak dan usaha terbaik.

Pengertian Lontar Martil

Lempar martil atau lontar martil, atau dalam Bahasa Iggris yaitu Hammer throw dapat didefinisikan sebagai salah satu cabang olahraga dalam atletik, ajang kompetisi kekuatan melontarkan martil untuk memperoleh  jarak yang jauh.

Pengertian Lontar Martil Menurut Para Ahli

Adapun definisi lontar martil menurut para ahli, antara lain:

  1. Cambridge Dictionary, Lontar martil adalah olahraga di mana bola logam berat yang diberi peganagn berupa kawat dilemparkan sejauh mungkin.
  2. Encyclopedia Britannica, Definisi lempar martil adalah olahraga atletik (lintasan dan lapangan) di mana martil dilemparkan pada jarak tertentu menggunakan dua tangan dalam lingkaran lemparan.

Sejarah Lontar Martil

Jejak dalam arti olahraga lontar martil bisa bisa ditelusuri kembali pada abad ke-18 di mana orang-orang Tailteann biasa memamerkan bakat mereka di depan raja-raja mereka dengan melemparkan batu berat atau bahan logam yang dilekatkan dengan tali. Budaya tersebut kemudian dikembangkan dan diubah menjadi olahraga yang diperkenalkan di Olimpiade modern pada tahun 1900.

Banyak orang juga percaya bahwa asal usul olahraga ini adalah dari perang kemerdekaan Skotlandia, di mana Raja Edward-I telah melarang penggunaan persenjataan. Akibatnya lemparan jenis ini dipraktikkan oleh para prajurit pada akhir abad ke-13 atau ke-14. Hingga 1995.

Asosiasi Federasi Atletik Internasional (IAAF) tidak melakukan perbaikan untuk memasukkan even wanita dalam kategori ini, tetapi akhirnya pada Olimpiade Musim Panas 2000, wanita melakukan debut dalam lemparan palu dan setahun setelah itu juga diperkenalkan dalam kejuaraan dunia.

Sejak diperkenalkan ke Olimpiade pada tahun 1900, popularitas olahraga ini tumbuh secara eksponensial di berbagai negara. Banyak negara Asia dan Non-Asia berpartisipasi dalam olahraga ini. Negara-negara yang berpartisipasi dalam olahraga ini adalah Cina, Tajikistan, Uzbekistan, India, Kuwait, Korea Selatan, dan lain-lain.

Pada Asian Games 2014, Dilshod Nazarov dari Tajikistanstan mengantongi medali emas dalam kategori pria dan Zhang Wenxiu dari Cina mengantongi medali emas dalam kategori wanita. Banyak negara non-Asia telah menunjukkan bakat mereka dalam acara-acara seperti Olimpiade Musim Panas.

Negara-negara seperti, Norwegia, Inggris, Amerika Serikat, Rusia, Republik Ceko, dan lain-lain mendominasi dalam kompetisi. Pada Olimpiade Musim Panas 2012, Krisztian Pars dari Hongaria mengantongi medali emas untuk kategori pria sedangkan Tatyana Lysenco dari Rusia mengantongi emas untuk kategori wanita.

Tujuan Lontar Martil

Lontar martil adalah even atletik yang bertujuan untuk melemparkan bola logam berat yang diberi pegangan berupa kawat. Seperti dalam even melempar lainnya, atlet berusaha untuk melemparkan martil pada jarak maksimum dengan mengayunkan martil tersebut di atas kepala mereka untuk mengatur gerakan memutar.

Kemudian, mereka menerapkan gaya dan menambah kecepatan dengan menyelesaikan satu hingga empat putaran dalam lingkaran. Dalam kompetisi, kebanyakan atlet berputar tiga atau empat kali untuk secara bertahap meningkatkan kecepatan dengan setiap belokan.

Atlet melepaskan bola dari bagian depan lingkaran. Faktor yang paling penting untuk lemparan jauh adalah sudut pelepasan dan kecepatan bola.

Teknik Lontar Martil

Berikut ini teknik dasar dalam lontar martil yang harus dikuasai oleh seorang atlet, antara lain:

  1. Posisi Awal dan Ayunan

Beberapa hal perlu kita perhatikan ketika posisi awalan dan ayunan yaitu:

  • Posisi awalan dimulai dengan cara memegang martil pada bagian handle atau pegangannya dengan tangan kiri, kemudian ditutup dengan tangan kanan dengan posisi kedua ibu jari menyilang.
  • Penempatan kepala martil yaitu boleh ditempatkan di atas tanah, tepatnya di sebelah kanan atau di belakang pelempar, selanjutnya pelempar bisa mengayunkan martil tersebut sebagai ayunan permulaan.
  • Titik terendah dari ayunan permulaan ialah hanya saat martil melewati bagian kanan dan kaki kanan.
  1. Putaran dan Transisi

Beberapa hal perlu kita perhatikan ketika akan melakukan putaran dan transisi yaitu:

  • Ketika martil berada pada titik terendah, yang mulai dilakukan pelempar pivot di atas tumit tungkai kiri dan ujung telapak kaki kanan.
  • Putaran dibuat di atas tumit dan kaki kiri hingga menghadap ke arah depan dari lingkaran, setelah itu putar kembali di atas telapak kaki bagian depan hingga kembali ke arah semula.
  • Tubuh bagian bawah membawa tubuh bagian atas untuk bergerak ke depan, dengan posisi tangan kiri yaitu menutup dada, dan ketika tungkai masih terus bergerak, maka martil pun akan terus bergerak.
  • Kaki kanan meninggalkan tanah saat kaki kiri selesai dengan gerakan tumitnya, berat badan dipindahkan ke tungkai kiri dan seterusnya.
  1. Fase Akhir

Beberapa hal harus kita perhatikan ketika fase akhir yaitu:

  • Beberapa saat sebelum berakhirnya atau sebelum martil mencapai titik terendah, maka pelempar sudah mulai untuk menarik martilnya.
  • Berupaya untuk mempercepat jalannya martil ketika bergerak ke arah bawah
  • Mencoba untuk mempercepat gerakan kedua tangkai dengan tujuan untuk mempercepat putaran tubuh bagian bawah.
  1. Lemparan

Beberapa hal perlu kita perhatikan pada tahap pelemparan yaitu:

  • Kedua tungkai diluruskan dengan kuat
  • Badan lebih dibusungkan lagi dengan kepala direbahkan ke arah belakang atau dengan posisi tertengadah,
  • Saat martil sudah berada pada sudut trayektorinya, pelempar harus melihat ke arah lemparan.
  • Selanjutnya mengangkat kedua lengan di akhir gerakannya dan pandangnan kedua matanya mengikuti jalannya martil sebelum mengganti posisi kedua tungkainya.

Aturan Permainan Lontar Martil

Berikut ini beberapa peraturan dalam lontar martil yang harus dipatuhi oleh semua atlet ketika petandingan, antara lain:

  1. Implement (alat) harus disertifikasi untuk berat, panjang, diameter, pegangan, dan pusat gravitasinya.
  2. Berat minimum 7.260 kg pria senior, 6.000 kg pria junior, 5.000 kg pria muda, 4 kg wanita (senior, junior, dan remaja).
  3. Panjang maksimal 121,5 cm pria, wanita 119,5 cm.
  4. Panjang minimum pria 117,7 cm, wanita 116 cm.
  5. Diameter bola minimum 110 mm pria, 95 mm wanita.
  6. Diameter bola maksimal 130 mm pria, 110 mm wanitPegangan harus membentuk segitiga sama kaki dengan sisi panjang sama dengan 110 mm, harus dari konstruksi kaku yang tidak akan melar dengan cukup tinggi saat dilemparkan.
  7. Kawat harus tidak terputus, panjang lurus dari kawat baja pegas dengan diameter tidak kurang dari 3 mm, yang tidak dapat meregang cukup tinggi saat dilemparkan.
  8. Pusat gravitasi kepala palu tidak boleh lebih dari 6mm dari pusat bola
  9. Pelempar harus tetap berada di lingkaran (diameter 7 kaki) sampai menerapkan tanah.
  10. Pelempar harus menunggu sampai alat telah mendarat sebelum keluar dari setengah lingkaran di bawah kendali.
  11. Implement harus harus mendarat di sektor (34,92 derajat).
  12. Setiap lemparan yang mendarat di sektor ini dan bukan pelanggaran kaki adalah lemparan yang sah.

Itulah bahasan lengkap yang bisa kami uraikan pada semuanya pembaca berkaitan dengan pengertian lontar martil, sejarah, tujuan, teknik, dan aturan-aturan dalam permainannya. Semoga memberikan literasi serta menambah bahan bacaan.

Gambar Gravatar
Salah seorang yang menyukai olaharaga dan menulis terkait dengan bidang olahraga. Semoga tulisan saya di dosenpenjas.com ini membantu kalian semuanya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *